SELASA, 2 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

21 Kali dibaca, Diterbitkan: 2 October 2018        


 

KJ. 4:1 – Berdoa

MENGUPAYAKAN PENDAMAIAN

1 Samuel 19:1-7
Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya: “Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! (ay.4)

Beberapa bulan yang lalu, mata dunia dikejutkan dengan pertemuan-pertemuan antara pemimpin Korea Selatan dan pemimpin Korea Utara. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menjejakkan kakinya di tanah Korea Selatan setelah melintasi garis perbatasan setelah menjabat tangan Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in yang menyambutnya sebelum melakukan pertemuan di Desa Panmunjom, pada hari Jumat tanggal 27 April 2018. Pertemuan kedua pemimpin negara yang bermusuhan selama puluhan tahun memberikan pengharapan terciplanya perdamaian yang dinantikan tidak hanya oleh rakyat kedua negara tersebut tetapi juga oleh milyaran penduduk dunia.

Bagian Alkitab yang kita baca pagi ini ini merupakan babak baru dari kebencian Saul kepada Daud, karena disini Saul bermaksud untuk membunuh atau menghabisi Daud. Realita ini membuat gundah anak raja Saul yang sekaligus sahabat karib Daud yaitu Yonatan. Dan ia berikhtiar untuk mendamaikan Saul dan Daud dengan mengatur agar Daud bersembunyi, lalu ia akan berbicara kepada Saul ayahnya dengan menyebutkan kesetiaan Daud dalam melayani sang raja (1-4). Ternyata usaha Yonatan berhasil, karena Saul bersedia menerima Daud bekerja kembali di istana seperti dulu.

Bacaan pagi ini hendak mengingatkan kita untuk menjadi pembawa damai dimana terjadi pertikaian, perselisihan dan konflik. Situasi perpecahan yang terjadi di dalam keluarga, persekutuan dan masyarakat, hendaknya menggugah kita untuk hadir sebagai orang yang sudah menerima pendamaian Kristus untuk mengupayakan terjadinya damai yang menenteramkan dan menyejukkan. Kita harus menyadari bahwa suasana perselisihan atau pertikaian yang berkepanjangan dapat berakibat fatal bagi kebersamaan dan keutuhan hidup keluarga, persekutuan dan dalam hidup bermasyarakat.

Selamat menjalani hari baru sebagai pembawa damai. Ingatlah bahwa Damai itu Indah.

KJ.4 :2
Doa : (Ya Tuhan, mampukan kami menjadi pembawa damai di
dalam dunia yang penuh pertikaian dan permusuhan ini)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *