SELASA, 28 AGUSTUS 2018 – Renungan Malam

19 Kali dibaca, Diterbitkan: 28 August 2018        


 

SELASA, 28 AGUSTUS 2018
Renungan Malam

GB.86 : 1,2 – Berdoa

SELAMAT, AKHIRNYA KITA SELAMAT

Kisah Para Rasul 27 : 27 – 44
Dan karena takut, bahwa akan terkandas di salah satu batu karang, mereka membuang empat sauh di buritan,… (ay.29)

Membuang empat sauh (jangkar) ke dasar laut bertujuan agar kapal tetap di tempat dan tidak hanyut dibawa gelom bang dahsyat akibat angin yang sangat kencang. Dan itu terjadi di malam ke empat belas. Betapa lama dan panjang gumul mereka di tengah lautan. Walaupun membuang sauh di buritan (di belakang kapal) adalah hal yang tidak lazim, karena sauh seringkali dibuang di haluan kapal yaitu bagian depan. Tetapi mereka menggantungkan pengharapan mereka pada empat sauh tersebut, sebagai sauh pengharapan yang tarik-menarik melawan kekuatan gelombang yang menghantam kapal itu.

Bukan hanya mengalami ketakutan, tetapi selama empat belas hari mereka juga tidak makan dan menahan lapar (ay. 33) itu dampak dari kecemasan yang luar biasa, Paulus menasihati mereka untuk makan karena hal itu perlu untuk keselamatan mereka juga dan Paulus menyakinkan mereka Paulus menyakinkan mereka bahwa “Tidak seorang pun di antara kamu akan kehilangan sehelaipun dari rambut di kepala” (ay. 34). Selain itu Paulus juga berdoa bersukur serta memohon berkat Tuhan dan mereka pun dikuatkan (ay. 35-36).

Walau kenyataan tak sesuai harapan, perhitungan meleset tetapi pertolongan-Nya tetap pada waktunya. Kapal kandas, haluan terpancang dan buritan hancur diterpa gelombang namun mereka semua (yang berjumlah dua ratus tujuh puluh enam jiwa) selamat naik ke darat ( ay.38-40). Kala badai hidup melanda, memang sering kepanikan jadi bagian hidup bahkan putus asa menggerogoti hati dan pikiran. Usaha dan upaya atas dasar kuat diri tak mampu mengatasi badai hidup kita, belajar dari perenungan firman hari ini buanglah sauh pengharapanmu walau itu tak lazim dilalukan oleh banyak orang dan angkatlah hati bersyukur serta memohon kepada-Nya, kerena kekuatan akan jadi milik kita yang selalu berharap, berseru dan berserah pada kehendak, kuasa dan kasih-Nya.

GB86 : 3,4
Doa : (Terima kasih Tuhan Yesus untuk anugerah keselamatan yang Kau berikan dalam hidup kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *