SENIN, 1 JULI 2019 – Renungan Pagi

32 Kali dibaca, Diterbitkan: 1 July 2019        


 

MINGGU II SESUDAH PENTAKOSTA

HUT 38 YAPENDIK GPIB

GB.117:1,3 – Berdoa

NAMAMU TAK SEINDAH LAKUMU

1 Kisah Para Rasul 5:1-11
“… Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah” (ay.4b)

Pentakosta menjadi awal dari beberapa peristiwa menakjubkan kehidupan para pengikut Kristus. Pertama: para murid memiliki keberanian dalam memberitakan Kristus yang bangkit (2:14-40;3:11-26). Kedua, banyak orang merespon pemberitaan Injil dan memberi diri dibaptis (2:41). Ketiga, Roh Kudus juga menyentuh kehidupan jemaat mula-mula menjadi jemaat yang sangat bermurah hati yang menunjukkan kepedulian antara satu dengan lainnya dengan hidup saling berbagi (2:44).

Tidak terkecuali Ananias dan Safira yang ingin mengikuti jejak Barnabas (4:36-37). Pasangan suami istri ini menjual dan mempersembahkan harta benda mereka. Namun sayangnya mereka tidak melakukannya dengan motivasi tulus. Mungkin mereka memberi hanya supaya terlihat “hebat” dimata para rasul, atau hanya mau ikut-ikutan; iko rame kata orang Manado, atau bisa jadi supaya dipuji oleh anggota jemaat yang lain. Mereka bersepakat tidak memberikan seluruh hasil penjualan tanah mereka, melainkan tergoda untuk berbohong demi menahan sebagian hasilnya. Padahal, nama Ananias berarti Allah itu pemurah, sedangkan Safira berarti cantik. Sungguh ironis bahwa hati mereka tidak secantik dan seindah makna dibalik nama yang mereka sandang. Mereka bersekongkol mendustai Roh Kudus dengan berkata bohong kepada rasul Petrus. Jika dibiarkan, perbuatan mereka akan berdampak buruk bagi pertumbuhan tubuh Kristus yang baru seumur jagung tersebut. Oleh sebab itu disini Tuhan tegas menghukum mereka (ay.5).Allah mau menunjukkan kekudusan dan keseriusan-Nya terhadap dosa.

Hal yang patut kita renungkan disaat merayakan syukur HUT ke-38 Yapendik GPIB, jika jemaat mula-mula karena pekerjaan Roh Kudus bermurah hati “membangun” persekutuan tubuh Kristus, tidak takut miskin karena berbagi, bagaimana dengan kita dalam menopang Yapendik demi masa depan generasi bangsa ini? Sudahkah kita memberikan teladan atau contoh kongkrit bagi anak-anak melalui tutur kata dan perilaku kita? Karya indah Roh Kudus akan terus terpancar melalui mereka yang bersedia dipakai-Nya, untuk menabur kebajikan.

GB.117: 10,12,13
Doa : (Tuhan Yesus, mampukan aku untuk selalu hidup jujur, takut akan Tuhan, dan dapat menjadi teladan hidup benar bagi anak-anak kami.)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *