Senin, 12 Maret 2018 – Renungan Malam

44 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 March 2018        


 

Minggu III Pra Paskah

Senin, 12 Maret 2018
Renungan Malam

KESEMPATAN UNTUK BERTOBAT

Markus 9:20-28
“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!” (ayat 23)

Suatu kali dewa Kairos (kesempatan) muncul di kota Athena, Yunani dan banyak orang mengejar dia untuk meraih rambutnya yang dikuncir tersebut. Apabila orang dapat meraih rambut tersebut, maka orang tersebut akan sangat beruntung karena akan mendapatkan apa saja yang mereka inginkan. Dewa Kairos (kesempatan) tidak datang dua kali pada tempat yang sama.

Tuhan Yesus baru saja memperingatkan ahli Taurat dan orang Yahudi lainnya mengenai ketidak-percayaan mereka kepada-Nya. Sesungguhnya masih ada tawaran pertobatan dari Tuhan Yesus bagi mereka yang tidak percaya kepada-Nya itu melalui penyembuhan anak itu (mujizat Tuhan Yesus). Anak itu dibawa kepada Tuhan Yesus dan begitu anak yang kerasukan roh jahat itu melihat Tuhan Yesus, ia terpelanting ke tanah dan terguling-guling. Yesus menegur roh jahat itu dengan keras dan memerintahkannya untuk keluar dari anak itu. Ketika semua orang menyaksikan keluarnya roh jahat dari anak itu, mereka mengira anak itu mati. Yesus memegang tangannya dan membuatnya bangkit berdiri.

Cara anak itu disembuhkan oleh Yesus memperlihatkan tentang kesempatan pertobatan yang ditawarkan oleh Tuhan Yesus kepada mereka. Makna mujizat yang dilakukan Tuhan Yesus terhadap anak ini bukanlah mengenai kesembuhan anak ini dan membangkitkan dia, melainkan ada kesempatan untuk kesembuhan dan kebangkitan iman dalam diri ayah anak ini dan generasi Israel tersebut.

Tidak seperti dewa Kairos dalam mitologi Yunani yang hanya datang satu kali saja, maka pemberian kesempatan pertobatan oleh Tuhan Yesus terbentang luas. Tetapi, apakah pemberian kesempatan pertobatan yang begitu luas dari Tuhan Yesus ini kita pakai secara tepat dan benar atau kita main-mainkan dengan mengatakan Tuhan masih memberi kesempatan bertobat kepada kita di waktu yang berikutnya? Umat Tuhan mari ingatlah dengan baik bahwa waktu kehidupan kita terbatas dan rahasia, jangan abaikan kesempatan pertobatan dari Tuhan, lakukan sekarang dan memohon pertolongan-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *