SENIN, 12 NOVEMBER 2018 – Renungan Malam

16 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 November 2018        


 

MINGGU XXIV SE5. PENTAKOSTA

KJ 424 : 1 – Berdoa

RELA BERKORBAN

Kisah Para Rasul 4:32-37
Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorangpun yang berkata bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah hak miliknya sendiri tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama” (ay.32)

Bersediakah saudara mengatakan bahwa harta benda yang saudara miliki adalah kepunyaan bersama (warga jemaat)? “Segala seuatu yang saya miliki, rumah, mobil, taman, kebun, kolam ikan yang adalah milikku mulai hari ini menjadi kepunyaan bersama, kepunyaan warga jemaat GPIB.” Pernyataan ini bisa saja menjadi pro dan kontra, karena disatu sisi jika ada yang melakukan perpernyataan seperti ini di tengah dunia yang mengagungkan egoisme atau kepentingan pribadi, pastilah dipandang aneh,. Disisi lain hal ini hukanlah sesuatu yang mustahil, karena terbukti sudah banyak warga jemaat GPIB yang dengan tulus menghibahkan tanah dan kebunnya untuk menunjang pelayanan GPIB.

Bacaan firman TUHAN saat ini mengemukakan betapa jemaat mula-mu|a rnemiliki ketulusan dan kebaikan hati dalam membangun kebersamaan sebagai sebuah jemaat, sehingga dengan rela berkorban harta benda untuk digunakan secara bersama-sama. Pertanyaannya, apakah orang-orang yang berkorban ini akan mengalami kerugian dan menjadi miskin setelah merelakan milik mereka untuk dapat digunakan bersama‘? Jawabannya: “.. tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kekepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka diletakkan di depan kaki rasul-rasul; Ialu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya” (ay. 34-35).

Saat ini, realitas memperlihatkan bahwa sikap hidup rela berkorban untuk sesama adalah sesuatu yang hampir Iangka. Umumnya, manusia lebih memikirkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Oleh sebab itu, berhadapan dengan realitas di atas, maka sebagai orang percaya, kita semua diajak untuk belajar memmembangun kebersamaan dengan sikap hidup rela berkorban. Banyak hal yang indah, namun tidak ada yang lebih indah daripada kesediaan diri untuk rela berkorban sebagai tanda cinta kasih kepada TUHAN yang hadir di tengah-tengah manusia.

KJ. 424 : 2
Doa : (TUHAN, mampukan kami untuk bersedia memberi diri untuk berkorban bagi Tuhan dan sesama)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *