Senin, 17 SEPTEMBER 2018  – Renungan Malam

69 Kali dibaca, Diterbitkan: 17 September 2018        


 

GB.227 : 1 – Berdoa

SESUMBAR ITU BIKIN MALU

Amsal11 :1-2
“Jikalau keangkuhan tiba, tiba juga cemooh, tetapi hikmat ada pada orang yang rendah hati” (ay.2)

Menjelang laga tinju profesional Mayweather vs McGregor di T-Mobile Arena, Nevada, 26 Agustus 2017, petarung Connor McGregor sesumbar bahwa petinju Floyd Mayweather Jr akan kewalahan menghadapinya. “Saya tidak yakin dia bisa bertahan dua ronde pertama”, kata McGregor. “Di satu sisi saya yakin dia bisa bertahan, tapi di sisi lain saya juga ingin menunjukkan kemampuan saya dan ‘mempreteli‘ dia.” Hmm

Ada banyak orang mudah mengeluarkan kata-kata sesumbar. Mungkin kata-kata itu dimaksudkannya untuk menunjukkan rasa percaya diri. Namun, malah lebih kelihatan sebagai bualan sombong. Penyebabnya adalah rasa percaya pada kemampuan diri dan pandangan yang meremehkan orang lain, menganggap tidak ada yang bisa seperti dia.

Raja Salomo menyadari bahaya sesumbar itu. Dia memperingatkan untuk tidak bersikap sombong. Bukannya mendatangkan decak kagum, malah cemoohan yang diterima. Oleh karena itu penting bagi setiap orang untuk bersikap rendah hati. Sekalipun ada rasa percaya diri yang kuat, kerendahan tetap harus diingat. Karena tidak ada orang yang dapat memastikan, apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Kemampuan diri mungkin telah dikenali dan dinilai dengan baik, tapi itu tidak menjamin.

Ada banyak faktor yang tidak bisa diduga, tidak diperhitungkan sebelumnya, dan dapat menggagalkan keinginan seseorang. Pertandingan yang digembar-gemborkan sebagai “The Biggest Fight in Combat Sports History” itu berjalan dengan keras. Kedua petarung menunjukkan ketahanan fisik yang baik. Pada akhirnya di ronde kesembilan pukulan beruntun Mayweather membuat McGregor kewalahan. Pada ronde kesepuluh hook dan jab beruntun ke McGregor membuat wasit menghentikan pertandingan. Hasil pertandingan tidak sesuai dengan sesumbar yang telah diucapkan sebelumnya.

GB.227:2
Doa : (Tuhan, ingatkan kami untuk berkata-kata dalam kerendahan hati)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *