Senin, 26 Februari 2018 – Renungan Malam

43 Kali dibaca, Diterbitkan: 26 February 2018        


 

Minggu V Pra Paskah

Senin, 26 Februari 2018
Renungan Malam

INGAT DAN RAYAKAN KARYA TUHAN

Kisah Para Rasul 7:35-43
“Dialah yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun, empat puluh tahun lamanya” (ayat 35)

Pembelaan diri Stefanus di dalam Sidang Mahkamah Agama Yahudi terus berlanjut. Roh Kudus memberi hikmat kepada Stefanus. Pengadilan atas dirinya justru menjadi kesempatan untuk bersaksi. Betapa Stefanus memahami sejarah keselamatan Allah. Mulai dari tonggak sejarah Allah menghimpun suatu umat yang beribadah kepada-Nya melalui pembebasan dari perbudakan di Mesir, sampai pada berdirinya Bait Allah Salomo, tempat umat beribadah sebagai bangsa yang berdaulat penuh.

Allah menyelamatkan dan memelihara kehidupan umat melalui para pemimpin. Empat tokoh utama disebutkan Stefanus di sini: Musa, Yosua, Daud dan Salomo. Mengapa cuma mareka yang disebutkan? Karena mereka ini tokoh-tokoh penting dalam kehidupan umat yang beribadah kepada Tuhan (35, 45-48). Namun yang utama bukan mereka, tetapi Tuhan yang bertindak melalui mereka. Perbuatan Allah yang dahsyat untuk menyelamatkan umat-Nya adalah fokus kesaksiannya (36).

Satu lagi tokoh penting disebutkan Stefanus, yaitu: Harun, kakak Musa. Musa berperan menerima firman dan mengikat perjanjian antara Allah dengan umat-Nya di Sinai. Daud berperan penting menata peribadatan. Ia mengumpulkan dan menggubah nyanyian, menyiapkan para biduan dan musik ibadah. Salomo mendirikan pusat ibadah di Yerusalem. Apa peran Harun? Ia adalah Imam, pemimpin peribadatan. Fungsi imam adalah perantara antara Allah dan umat. Pertama, ia memimpin umat mengingat dan merayakan Allah yang hadir dalam firman dan tindakan keselamatan. Umat menyembah dan bersyukur. Kedua, imam menyampaikan doa kepercayaan, permohonan, harapan dan kebutuhan umat kepada Tuhan. Sayangnya terjadi ketidak-seimbangan dalam peribadatan yang lebih fokus pada kepentingan manusia. Akibatnya umat tergoda untuk menyembah berhala (41-44). Di tengah tantangan dan godaan zaman ini, mari kita selalu mengingat dan merayakan karya kasih Tuhan melalui setiap aktivitas hidup kita.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *