Senin 9 November 2020 – Renungan Pagi

8 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 November 2020        


MINGGU XXIII SES. PENTAKOSTA

GB. 116 : 1 – Berdoa

Imamat 20 : 1 – 21

Tugas Pengudusan Dunia

Kekudusan adalah salah satu konsep agama yang menekankan pemurnian seperti Yudaisme. Kudus artinya dipisahkan, disendirikan atau dijauhkan dari segala sesuatu yang bisa mencemarkan hidup, baik secara fisik dan psikis. Panggilan utama seseorang adalah hidup yang menjauhi kecemaran, dan mempertahankan kemurnian hati, pikiran dan laku, agar tetap terarah kepada Allah. Di sini Allah dianggap pemilik kekudusan, sebagai lawan dari kecemaran.

Bagian menarik dari perikop ini adalah bahwa kekudusan di tempatkan di dalam komunitas. Kudusnya komunitas menjamin setiap orang yang berada di dalamnya menjadi kudus. Kekudusan penting agar seseorang tetap dianggap sebagai bagian dari komunitas atau orang dalam (insider), sebaliknya, bila hidup cemar, maka ia dianggap orang di luar komunitas (outsider). Di sini komunitas umat Allah adalah komunitas moral-etis, yang menjaga pergaulan dengan sesamanya dalam sikap respek dan hormat atas tubuh khususnya menjauhi seksualitas yang tanpa batas. Kedudukan Musa adalah abdi Allah yang mengingatkan panggilan umat-Nya sebagai komunitas kudus, melalui sikap hormat atas tubuh.

Tradisi gereja mencatat, bahwa teolog Protestan Dietrich Bonhoeffer yang mendukung eklesiologi persekutuan (communion ecclesiology) memperkenalkan konsep gereja sebagai “persekutuan orang kudus” (communion sanctorum). Komunitas orang kudus, menjalani kehidupan penuh hormat dan respek pada moralitas hidup. Komunitas ini dipanggil untuk mengusahakan pengudusan hidup di dunia melalui kehidupan yang adil pada sesama. Keadilan adalah panggilan hidup kudus di dunia ini.


GB. 116 : 2, 3
Doa : (Mohon kuduskan kami ya Allah, agar dapat melakukan kehendak-Mu di dunia ini)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *