Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Kamis, 23 November 2017 – Renungan Malam

MINGGU XXIV SES. PENTAKOSTA
KAMIS, 23 NOVEMBER 2017
Renungan Malam
KJ. al: 1,2-Berdoa
KEPATUHAN PADA HUKUM TUHAN

Nehemia 9: 38 -10: 27
….kami mengikat perjanjian yang teguh yang kami catat dengan dibubuhi meterai…. (ay.38)

Mungkin ini kebiasaan aturan di Babel dan Persia, suatu perintah disahkan dengan meterai (lih. Ester 3:10, cincin meterai raja Ahasyweros). Dengan begitu, perintah itu tidak boleh dilanggar. Bila dilanggar maka tentu akan ada sanksinya. Sanksi itu tergantung di mana dan apa perintah itu (negara, hukum, adat-istiadat atau agama ?).

Dalam bacaan malam ini, Neh 9:38-10:27, merupakan pengambilalihan suatu kebiasaan di Babel dan Persia, sebab orang Israel Iinggal di Babel sebagai orang buangan selama 70 tahun lebih. Mengenai “Piagam Perjanjian” dalam bacaan ini, sebenarnya adalah Hukum Taurat yang dibacakan kepada segenap Israel genersi pembuangan. Setelah Taurat itu dibacakan, para kepala suku bangsa Israel membubuhkan meterai mereka. Artinya, itu Perinlah Tuhan yang harus ditaati oleh segenap Bangsa Israel, untuk menjadi umat-Nya yang kudus. Barangsiapa melanggar perintah (hukum) kekudusan itu maka yang bersangkutan akan terkena sanksi Hukum Taurat, yaitu dihukum mati (llh. lmamat 20). Karena itu, piagam hukum kekudusan itu menjadi pegangan atau dasar hidup Israel di hadapan Tuhan.

Saudara Jemaat, hidup tanpa aturan adalah kacau. Dan tanpa Hukum (perintah) Tuhan adalah dosa. Kedua hal itu tidak berkenan kepada-Nya, sebab Tuhan adalah Allah yang tertib dan menclnlni ketertiban.

Sekarung ini, ketidak-tertiban menjadi tren hidup sebagian orang di bidang politik, hukum, ekonomi, budaya dan sebagainya. Dan hal itu ada korbannya. Hidup yang mengorbankan orang lain adalah kejahalan luar biasa di hadapan Tuhan.

Kekristenan tidak seperti itu, ajaran Kristus yang tertib dalam kasih. Karena itu orang Kristen yang tidak tertib hidup dalam kasih, hidupnya tidak menjadi berkat bagi sesamanya.

KJ. 81 : 3,5
Doa : (Ya Tuhan mahakuasa, jadikan aku alat kebenaran-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.