Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Kamis, 25 Januari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu III Sesudah Epifania

Kamis, 25 Januari 2018
Renungan Pagi

SAMA TETAPI BERBEDA

Pengkhotbah 9:1-6
“Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan…” (ayat 4a)

Saudaraku, menurut Pengkhotbah, ada tiga hal yang sama dialami oleh semua orang di dunia. Pertama, tidak mengetahui apapun yang dihadapinya. Menurut Pengkhotbah, ketidaktahuan itu disebabkan bukan karena manusia kekurangan hikmat dan kepandaian. Melainkan karena sepandai-pandainya manusia, ia tetap makhluk yang terbatas. Baik raga dan tenaga maupun akal dan wawasan, semuanya tidak sempurna. Banyak rahasia tentang alam semesta ini yang belum dan tidak akan diketahui selengkap-lengkapnya oleh manusia. Tepatlah jika Pengkhotbah mengatakan bahwa hidup manusia ada di tangan Allah (ayat 1). Ya, karena Allah-lah yang mengetahui segalanya, termasuk jalan hidup dan masa depan manusia. Kedua, mengalami nasib yang sama, siapapun dan bagaimanapun dia. Orang fasik atau orang benar, orang baik atau orang jahat, dsb. Semua manusia hidup di bawah matahari dan mesti bersusah payah untuk kesejahteraannya. Ketiga, mengalami kematian. Kematian adalah bagian dari hidup manusia. Cepat atau lambat, manusia pasti akan mengalaminya. Hal ini sesungguhnya disadari oleh setiap orang. Namun sangat disayangkan, tidak semua orang mau hidup dengan baik dan benar, sehingga mereka pun tidak meninggalkan teladan dan kenangan yang indah. Menurut Pengkhotbah, hati manusia memang bebal dan penuh kejahatan. Ini jugalah yang membawa mereka kepada kematian (ayat 3). Sekarang, apa yang harus kita lakukan? Patutkah kita menyia-nyiakan hidup yang Tuhan anugerahkan? Sekali-kali, tidak! Sebagai orang percaya, kita justru diingatkan untuk menghargai kehidupan yang singkat dan sementara ini sebagai sebuah kesempatan. Kesempatan untuk melakukan pekerjaan baik, membina relasi, meraih mimpi, mengukir prestasi, dsb. Dengan begitu, hidup kita tidak sia-sia, tetapi berguna dan bermakna. Jadi, setiap orang boleh sama-sama berada di dunia, tetapi setiap orang berbeda dalam menjalaninya. Sama, tapi berbeda. Itulah kita, anak-anak Tuhan yang hidup dengan bijak dan benar!


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya