Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

MINGGU, 2 SEPTEMBER 2018 – Renungan Pagi

 

MINGGU, 2 SEPTEMBER 2018
Renungan Pagi

KJ.402: 1 – Berdoa

KETIKA HUKUM DAN KEADILAN MENJADI MANDUL

Habakuk 1:1-4
“Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatan dan tidak pernah rnuncul keadilan ” (ay 4).Berbagai peristiwa di sekitar kehidupan ini akan selalu membawa dampak dalam kehidupan sosial dan keagamaan umat Tuhan. Habakuk mendapati konteks kehidupan umat yang sangat terpengaruh oieh situasi internasional dan nasional yang terjadi dalam kehidupan umat Tunan antara tahun 625 – 612 seb.M. Kehidupan dunia internasional menunjukkan adanya beberapa peristiwa perebutan kekuasaan dan ekspansi negara-nagara besar, serta munculnya kekuatan baru yaitu Babel. Sementara di Israel sendiri kehidupan sosial, dan keagamaan juga mengalami degradasi yang cukup serius.

Penindasan antar sesama anak bangsa, korupsi terus berlangsung bahkan ada kecenderungan semakin meningkat. Nabi Habakuk yang bernubuat dalam masa-masa pernbaharuan Yosia (640 – 609 seb.M) melihat bagaimana semangat Yosia dalam pembaharuan hidup umat, dalam seluruh tataran kehidupan dengan realita sosial keagamaan yang berlangsung. Sekali pun Yosia telah berusaha dan berhasil menerapkan pambaharuannya dengan sungguh-sungguh agar umat segera kembali kepada Tuhan; namun pada sisi lain selalu ada tindakan perlawanan dari mereka yang tidak menyukai pembaharuan tersebut. Oleh karena selain pembaharuan didalam kehidupan keagamaan, Yosia pun mempunyai tujuan politis, yakni membebaskan berbagai pengaruh asing (polittk Asyur). Tentunya semua upaya tersebut mendapat perlawanan yang kuat.

Terhadap para penentang inilah Habakuk berseru kepada Tuhan. Penindasan, kejahatan, perbantahan dan pertikaian terus menerus terjadi di depan matanya. Artinya semua itu telah menjadi konsumsinya setiap hari. Hukum pun kehiiangan kekuatan. Ia tajam ke bawah dan tumpul ke atas, keadilan menjadi barang langka yang sulit ditemukan. Mungkin situasi ini jugalah yang sedang terjadi di depan mata kita setiap hari. Dari berbagai tampilan potret kehidupan ini, betapa ketimpangan sosial yang terjadi di berbagai lini kehidupan menjadi tontonan dan konsumsi kita setiap hari. Bagaimana kita sebagai Gereja Tuhan berperan dalam kehidupan yang demikian, apakah kita hanya berdiri sebagai penonton, dan takut meninggalkan zona nyaman kita? Mari belajar seperti Habakuk, yang mau berseru kepada Tuhan sekaligus manyatakan berita kenabian. Menghadirkan keadilan yang mendatangkan damai sejahtera bagi segala makhluk.

KJ. 402:3
Doa : (Tuhan toiong kami di tengah-tengah berbagai penindasan dan ketidakadilan, kami hadir untuk menyatakan damai dan keadilan)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.