Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Minggu, 29 April 2018 – Renungan Malam

Minggu IV Sesudah Paskah

Minggu, 29 April 2018
Renungan Malam

KENESTAPAAN ITU MEMERLUKAN BAHASA KASIH, BUKAN BAHASA KEKUASAAN

Rut 2:8-17
“Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku!…” (ayat 8)

Anthony Rees (2015) memandang kisah Rut sejajar dengan kisah para imigran yang keluar dari kenestapaan (negara asal mereka) menuju ke hidup yang lebih baik, yaitu Australia. Kesulitan yang dihadapi oleh Naomi adalah suatu kenestapaan karena suami dan kedua anaknya wafat. Naomi ingin keluar dari lubang nestapa itu menuju ke hidup yang lebih baik. Perbedaan di antara kisah para imigran dengan kisah imigran ala Naomi adalah ia kembali ke tanah asal, Behlehem, sementara kisah para imigran adalah pergi ke tanah orang lain.

Menurut Rees (2015), dalam kenestapaan, bahasa penderitaan, dan bahasa kekuasaan senantiasa muncul. Keluhan, wajah nanar, tangisan dan terdampar adalah wujud dari bahasa penderitaan. Di sisi lain, bahasa kekuasaan muncul dalam bentuk larangan, interogasi dan hukuman. Di tengah bahasa kekuasaan dan penderitaan itu, perikop ini mengajak masing-masing kita untuk melihat bahwa kenestapaan memerlukan bahasa cinta. Kesusahan memerlukan bahasa kasih.

Bahasa kasih ditunjukkan oleh Rut atas Naomi dengan berinisiatif bekerja. Bahasa kasih memiliki implikasi dan konsekuensi. Tidak ada bahasa kasih yang hanya terdiri dari sekumpulan kata-kata indah nan kosong. Bahasa kasih menawarkan masa depan. Bahasa kasih menghadirkan komitmen. Bahasa kasih meminta tindakan nyata. Hal serupa ditunjukkan oleh Boas. Ia menggunakan bahasa kasih dalam bentuk perhatian kepada Rut (ay. 8), ucapan berkat atas Rut (ay. 12), memberi makan dalam iklim kesetaraan (ay. 14), dan melindungi (ay. 16).

Kenestapaan tidak terpisahkan dari hidup. Perikop ini mengajak masing-masing kita untuk peka terhadap nestapa atau derita yang sedang digumuli oleh orang lain. Tahu apa yang diperlukan. Tergerak untuk bela-rasa. Kepekaan tersebut membuat kita bisa berinisiatif untuk menggunakan bahasa kasih yang menawarkan masa depan, perhatian, ucapan berkat, memberi makan dalam iklim no-hirarki, dan melindungi orang yang sedang dirundung nestapa.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.