Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Minggu, 31 Desember 2017 – Renungan Malam

 

AKHIR TAHUN
MINGGU, 31 DESEMBER 2017

Renungan Malam

JANGAN TELEDOR… ‘ELING LAN WASPODO’

Matius 25:11-13
“…berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya…” (ay.13)

Kendati sudah berada di ruang tunggu, penumpang yang teledor ada kalanya kehilangan ‘waktu boarding’ (boarding time) yang umumnya telah ditera pada ‘pas naik’ (boarding pass) yang dimilikinya. Karena tidak mematuhi ‘waktu boarding’ si penumpang tidak akan diizinkan naik pesawat. Keteledorannya menyebabkan ia tidak mendengar ‘panggilan terakhir’ namanya untuk segera ‘naik ke pesawat’ apalagi lazimnya keteledoran ini juga terjadi saat menghadapi situasi “delay/kelambatan/penundaan” jadwal kedatangan atau keberangkatan pesawat.

Dalam narasi perumpamaan Yesus, kesepuluh dara dari barisan pagar ayu yang menanti datangnya mempelai berhadapan dengan situasi kelambatan dan penundaan. ‘Mengantuklah’ – ayat 5 (Yun: nustázw – nystazō) yang mengandaikan situasi tertunda, menganggur dan tidur. Lima dara yang terhitung teledor, ‘bodoh, jahil’ (tidak berpikir sehat, sadar, antisipatif dan hati-hati) dengan hanya membawa pelita tanpa cadangan minyak zaitun kehilangan kesempatan memaknai perjumpaan mereka dengan mempelai. Mereka kehilangan ambil bagian dalam prosesi dan fungsi mereka yang utuh sebagai pengiring pengantin. Sabda Yesus mengakhiri narasi perumpamaan-Nya: “Berjaga-jagalah” – ayat 13 (Yun: gregorew – grēgoreō) mengandaikan sadarlah, hiduplah, bangunlah, melihat penuh perhatian dengan kepekaan yang terasah untuk selalu menemukan makna dalam ragam peristiwa menyongsong masa depan seiring bergantinya jam dan hari. Dalam ungkapan kearifan lokal orang Jawa: “eling lan waspodo” artinya Ingat Tuhan, jangan teledor, congkak hingga lupa diri, hati-hati dalam bertindak.

365 hari merangkak, berjalan atau berlari, malam ini di akhir Tahun 2017 semoga menjadi perenungan yang jujur dalam menyambut datangnya Tahun yang Baru. Mari mengembangkan sikap untuk bangun dan terjaga (tidak teledor, tidak lalai, tidak lengah) mensyukuri indahnya karunia kehidupan yang telah Tuhan nyatakan kemarin, hari ini dan esok. Berangkat dalam ziarah menapaki hari baru Rahmat-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.