Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Minggu, 7 Januari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu I Sesudah Epifania
MINGGU, 7 JANUARI 2018

Renungan Pagi

HATI YANG PILU MENYAKSIKAN KEJAHATAN

Kejadian 6:5-8
“maka menyesallah TUHAN… dan hal itu memilukan hati-Nya” (ay.6)

Hati adalah pusat pertimbangan manusia. Keputusan hati akan berakibat pada perilaku. Ayat 5 berbicara tentang hati manusia. Di situ manusia telah mengambil keputusan untuk melakukan kejahatan. Yakonus 4:1 menyatakan bahwa hawa nafsu yang menyebabkan keinginan yang saling bertentangan. Hawa nafsu bila tidak dapat dikendalikan akan mendatangkan kejahatan. Itulah keadaan manusia, juga kita. Bacaan kita menyatakan bahwa hati manusia menyebabkan kejahatan yang melawan dan merusak kehidupan di bumi kita ini.

Ayat 5 mengungkapkan hati Allah yang pilu ketika melihat kejahatan manusia. Laksana hati seorang ayah yang pilu ketika menghadapi kejahatan anak-anaknya. Begitulah Allah hadir untuk melawan kejahatan manusia ciptaan-Nya. Sama seperti Yesus yang tergerak hatinya oleh belas kasihan dan menjamah orang kusta yang datang kepada Yesus-Nya (Markus 1:40-42) atau belas kasihan-Nya terhadap seorang janda yang anaknya meninggal dunia (Lukas 7:13). Begitulah Allah menaruh belas kasihan keada ciptaan-Nya yang telah dirusak oleh kejahatan manusia. Allah sebelumnya sangat memercayai manusia untuk melestarikan ciptaan-Nya (Kej. 1:28). Tetapi manusia telah menyalahgunakan kuasa yang diberikan. Jadi Allah mengambil keputusan untuk bertindak. Ia menghancurkan hawa nafsu kekuasaan manusia dengan mendatangkan air bah.

Dari bacaan ini kita merenungkan bahwa Allah sering kita anggap jauh dari dunia kita. Ternyata Ia hadir dan memantau perilaku kita. Hati Allah merasa pilu terhadap perilaku kita yang menyimpang. Karena itu firman menegur kita supaya hidup dalam pertobatan.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya