Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Rabu, 6 Desember 2017 – Renungan Pagi

MINGGU ADVEN I
RABU, 6 DESEMBER 2017

Renungan Pagi
GB. 109 : 1 – Berdoa

JAGALAH IKATAN PERKAWINAN

Maleakhi 2:10-16
Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. (ay.14b)

Hal yang menarik perhatian nabi Maleakhi adalah praktik kawin campur yang dilakukan banyak orang Israel dengan menceraikan istri yang berasal dari sesama Israel dan mengawini perempuan dari bangsa lain. Alasannya untuk menjalin persahabatan dengan bangsa lain yang dianggap memberi manfaat dalam membangun persekutuan untuk melindungi mereka dari musuh-musuh yang masin mengintai.

Menanggapinya nabi Maleakhi menjelaskan kembali makna perkawinan dalam pandangan Tuhan yaitu sebuah perjanjian antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang diikat di hadapan Tuhan yang dijaga dalam sikap saling setia. Ketidak-setiaan mereka terhadap ikatan perjanjian perkawinan sama saja dengan mengingkari kesetiaan mereka kepada Tuhan.

Saat ini banyak kasus perceraian terjadi di tengah keluarga Kristen. Ketika sepasang laki-laki dan perempuan masuk dalam proses pemberkatan perkawinan di gereja, mereka berkata, ”inilah jodohku yang diberikan Tuhan.” Tapi begitu hendak bercerai, mereka berkata, “ini mungkin sudah jalan Tuhan. Dia bukan jodohku”. Padahal Tuhan Yesus berkata, “Apa yang dipersatukan Allah tidak dapat diceraikan manusia.” Artinya Tuhan pun tidak pernah memberikan opsi perceraian dalam sebuah perkawinan.

Dalam sejumlah kasus, kita prihatin jika terjadi karena tindakan KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Walaupun begitu nasehat untuk menjaga kesetiaan dalam ikatan perkawinan bersama Tuhan harus menjadi pesan penting bagi tiap rumah tangga Kristiani. Belajarlah melihat perkawinan sebagai karya iman dari sebuah perjanjian kudus, tidak hanya antara suami dan istri, tapi juga antara keluarga dengan Tuhan yang harus dijaga dalam kesetiaan. Kita dapat saling mendoakan agar kehidupan perkawinan kita dalam pimpinan Tuhan. Tuhan selalu memberikan jalan keluar terbaik saat pergumulan datang.

GB.109 : 2
Doa : (Allah Pengasih, berkati tiap rumah tangga dan berilah hati yang saling mengasihi di dalamnya)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.