Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Rabu, 6 Juni 2018 – Renungan Malam

Rabu, 6 Juni 2018
Renungan Malam

KJ.413 : 1 – Berdoa

KESALAHAN YANG BERULANG : KAWIN CAMPUR

Ezra 9 : 10 – 15
“masakan kami kembali melanggar perintah-Mu dan kawin-mengawin dengan bangsa-bangsa yang keji ini?……” (ay.14)

Sejarah adalah guru kehidupan. Sosoknya yang usang justru kerap memberi ilham pencerahan. Pembacaan atas sejarah dapat mempertemukan manusia dengan segenap kearifan.”, demikian penggalan dari novel Gajah Mada karya Langit Kresna Hadi. Sejarah memang sumber ilham dan kearifan bagi mereka yang mau belajar memperbaiki diri. Sebaliknya, sejarah hanya menjadi rentetan peristiwa jika tidak ada nilai-nilai yang kita ambil dan pelajari.

Dalam pembacaan kita, Ezra sangat menyesal dan kecewa atas perbuatan bangsa Israel yang tidak tahu balas budi. Agaknya, orang-orang Israel pasca pembuangan tidak belajar dari sejarah. Suatu sejarah kelam di mana nenek moyang bangsa Israel meninggalkan Tuhan karena “terkontaminasi” oleh bangsa-bangsa asing di sekitar mereka lalu akhirnya mendapatkan hukuman pembuangan dari Allah. Pelanggaran atas perintah kawin-mengawin (lih Ulangan 7) telah menjerat dan mempengaruhi bangsa Israel sendiri untuk menyembah allah-allah lain ketika mereka menaklukkan bangsa-bangsa di tanah Kanaan. Penyembahan berhala menyebabkan nenek moyang mereka harus menjalani pembuangan ke Babel. Tidak lama setelah kembali dari pembuangan, mereka melakukan kesalahan yang sama dengan kawin-mengawin dengan bangsa yang tidak mengenal Allah!

Dalam konteks masyarakat Indonesia yang plural, perkawinan campur antar agama sudah menjadi fenomena umum. Ada yang mengatasnamakan “Cinta, Harta dan Tahta”, ada juga yang memiliki “misi” untuk menarik pasangannya percaya kepada Yesus. Alasan itu masuk akal tetapi kenyataannya, malah sebaliknya, terjebak meninggalkan Yesus. Daripada coba-coba masuk dalam pencobaan, lebih baik jauhi pencobaan itu. Karena sampai saat ini, kita pun masih berada dalam sejarah dan belajar dari sejarah untuk tidak masuk dalam kesalahan dan pencobaan.

KJ. 413 : 2,3
Doa : (Tuhan, kuatkan iman dan percaya kami terhadap godaan hawa nafsu dan keinginan kami, jauhkan kami dari pencobaan untuk meninggalkan Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.