Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Rabu, 7 Februari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu V Sesudah Epifania

Rabu, 7 Februari 2018
Renungan Pagi

NAAMAN SAKIT

2 Raja-Raja 5:1-7
“Sekiranya tuanku menghadap nabi…, nabi itu akan menyembuhkan…” (ayat 3)

Naaman sakit kusta! Siapakah dia? Dia adalah panglima raja Aram, seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, tetapi ia sakit kusta. Sakit kusta adalah suatu penyakit menular yang belum ada obatnya di zaman itu. Pada zaman Alkitab pengidap kusta dianggap orang terkutuk, berdosa, dan najis, karena itu, mereka dikucilkan oleh keluarganya dan masyarakatnya. Jadi, karena kariernya ia sangat terhormat, namun karena penyakitnya ia sangat hina. Itulah Naaman.

Mengapa Naaman pergi ke Samaria untuk mohon kesembuhan kepada nabi Elisa? Hubungan bangsa Aram dengan bangsa Israel kurang baik, kedua bangsa ini seringkali bermusuhan dan berperang. Dikatakan bahwa saran untuk menemi nabi Elisa untk menerima kesembuhan disampaikan oleh seorang perempuan Israel, melalui isteri Naaman. Perempuan ini adalah bekas tawanan, pelayan dari isteri Naaman, namanya tidak disebut. Jadi informan ini bukan siapa-siapa. Pada zaman itu informasi atau kesaksian dari seorang perempuan kurang dihargai oleh masyarakat Timur Tengah dan juga di Israel. Perempuan itu berkata kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya” (ayat 3). Karena penyakit kustanya itu tidak sembuh-sembuh, maka Naaman pasti putus asa, sehingga ia mempercayai informasi dari perempuan pelayan isterinya sendiri. Hal ini pertanda bahwa ia sangat berharap sembuh dengan cara apapun.

Perempuan Israel itu, selaku mantan tawanan, sadar bahwa bangsa Aram itu musuh yang jahat baginya, apalagi Naaman selaku panglimanya. Namun, ia juga sangat peduli akan kesembuhan Naaman dengan memberi informasi tentang Elia. Ia mengasihi musuh. Di mana ada kasih, di sana ada kesembuhan, sebab akhirnya Naaman sembuh setelah taat perkataan Elisa.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya