Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Sabtu 10 Oktober 2020 – Renungan Malam

MINGGU XVIII SES. PENTAKOSTA

KJ. 346 : 1 – Berdoa

Kisah Para Rasul 20 : 33 – 38

Perpisahan Yang Menghidupkan

Ada ungkapan yang mungkin pernah didengar yakni, “bukan perpisahan yang kutangisi, namun pertemuan yang kusesali”. Makna ungkapan ini adalah tidak ada perpisahan tanpa perjumpaan. Dengan kata lain, setiap pertemuan, selalu ada perpisahan. Berani untuk berjumpa, berarti siap untuk berpisah. Kita tidak mungkin selamanya ada bersama sepanjang hidup. Sebagaimana Pengkhotbah katakan, bahwa “segala sesuatu ada masa dan waktunya” (Pkh.3:1).

Setelah berada di tengah-tengah jemaat Efesus sekian waktu lamanya, tiba saatnya bagi Paulus untuk berpisah dengan mereka. Paulus meninggalkan Efesus karena masih harus mengunjungi dan melayani jemaat yang Iain. Paulus harus tetap melanjutkan pemberitaan Kabar Sukacita Injil Keselamatan di tempat lain. Kehadiran Paulus di Efesus sungguh berkesan dan bermakna. Pelayanan yang dilakukan secara terus menerus tanpa lelah memberikan hasil. Paulus berharap agar jemaat yang sudah dibangun, dijaga dan dipelihara supaya tidak dirusak oleh orang-orang yang tidak menginginkan. Perpisahan dengan Paulus membuat mereka menangis sambil memeluk dan menciumnya berulang-ulang. Kesedihan yang mendalam terjadi karena ungkapan Paulus, bahwa mereka tidak akan melihat mukanya lagi.

Di satu sisi memang mereka “berdukacita” atas kepergian Paulus. Di Sisi lain, kepergian Paulus membuat jemaat di Efesus menjadi dewasa. Keteladanan yang ditunjukkan Paulus, membuka mata mereka untuk dapat berusaha mencukupi diri dan membantu orang-orang lemah. Ada kemandirian sesuai dengan yang diharapkan Paulus dari jemaat tersebut.

Perpisahan atau ditinggalkan oleh seseorang dalam konteks apapun seringkali dilihat sebagai hal yang menyedihkan dan menyakitkan. Padahal di balik peristiwa tersebut ada makna kemandirian. Kemandirian yang memampukan seseorang melakukan sesuatu yang selama ini tidak pernah dikerjakan, Dengan demikian menghidupkan potensi dirinya dalam bertindak dan berbuat sesuatu. Itu adalah perpisahan yang menghidupkan!

KJ. 346 : 3
Doa : (Ya Kristus, tolong ajar kami untuk memahami bahwa setiap perpisahan yang terjadi bukanlah akhir segala-galanya)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya