Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Selasa, 13 Februari 2018 – Renungan Malam

 

Minggu VI Sesudah Epifania

Selasa, 13 Februari 2018
Renungan Malam

MEMPERKENALKAN KETETAPAN DAN PERINGATAN TUHAN

Mazmur 78:5-11
“supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya” (ayat 7)

Di lingkungan bangsa Israel, Hukum Taurat merupakan objek utama yang harus dipelajari setiap hari dengan penuh ketekunan. Lewat hukum agama ini kemurnian pengajaran dalam rangka membangun perilaku hidup akan terjaga dari generasi ke generasi. Ayat ke-5 dan ke-6 bacaan kita menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Israel diperintahkan Tuhan untuk memperkenalkan peringatan yang diperintahkan Tuhan untuk memperkenalkan peringatan yang ditetapkan-Nya dan hukum Taurat yang diberi-Nya kepada anak-anak mereka. Selanjutnya, anak-anak itu menceriterakan apa yang dipahaminya kepada keturunan mereka. Kemurnian pengajaran untuk membangun perilaku hidup terjadi di tengah keluarga; dari orang tua kepada anak-anaknya dan berbasis pada ketetapan dan hukum Allah. Di tengah keluarga kita, siapakah yang menjadi pendidik utama: guru sekolah, pelayan anak (pelayan sekolah minggu), televisi, asisten rumah tangga atau papa dan mama sebagai orang tua? Ketika mengajar anak-anak, materi pokok apakah yang kita berikan untuk membangun perilaku hidup mereka?

Dalam pengajarannya, pemazmur juga menyatakan bahwa tujuan memperkenalkan ketetapan dan peringatan Tuhan adalah supaya: 1. Generasi muda menaruh kepercayaan kepada Allah, tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah dan memegang perintah-perintah-Nya. 2. Generasi muda tidak mengulangi kegagalan nenek moyang mereka yang sudah memberontak dan tidak tetap hatinya kepada Allah. Mereka diarahkan untuk menjadi generasi yang setia kepada Allah. Sejarah bangsa Israel sarat dengan kesaksian tentang jaminan kehidupan bagi orang yang setia dan tidak setia memberlakukan kehendak-Nya. Bagi yang tidak setia dan suka memberontak, Allah siap memberi ganjaran kepada mereka.

Pengalaman iman para leluhur Israel penting untuk diceriterakan agar generasi bangsa setia kepada Tuhan. Belajar dari Israel, angkatan demi angkatan boleh berlalu, tetapi semangat hidup mengandalkan Tuhan sebagai pengendali kehidupan kiranya selalu terjaga dalam perjuangan generasi penerus kita.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya