Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Selasa, 3 April 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu Paskah

Selasa, 3 April 2018
Renungan Pagi

PERAYAAN YANG MENDORONG KESADARAN UMAT

Keluaran 13 : 1 – 10
Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat TUHAN telah membawa engkau keluar dari Mesir. (ay. 9)

Gambar, tanda, benda dan peristiwa dapat menjadi simbol. Dalam kehidupan umat Israel, simbol menjadi alat peraga dalam menghayati iman mereka kepada Allah Israel. Seperti darah anak domba yang dioleskan pada pintu, roti tak beragi, anggur dan lain sebagainya. Sebagai simbol, benda-benda itu tidak hanya menunjuk, tetapi juga mengandung arti dan membangkitkan emosi; ia berbicara melalui mata menuju hati dan melibatkan akal budi. Pada awalnya peringatan itu adalah perintah Allah sendiri bagi umat untuk merayakannya.
Mengapa penting semua simbol itu? Karena bukan saja umat perlu mengingat apa yang telah terjadi dan apa tindakan Allah bagi umat-Nya namun sebagai peringatan bahwa Allah yang empunya mereka semua. Allah bukan hanya pemilik kehidupan tetapi pemilik umat. Kebaikan yang telah diterima sepatutnya diekspresikan dengan sikap berterima kasih yang keluar dari hati yang terdalam. Perayaan yaitu pengudusan anak sulung dan perayaan roti tidak beragi yang dirayakan pula dengan mengingat (lambang pada dahi) dan melakukannya (tanda pada tangan) turun menurun. Pada peringatan Paskah, Anak Domba Paskah harus disembelih, darahnya dioleskan di ambang pintu rumah agar malaikat maut yang mengambil nyawa anak-anak sulung melewati rumah itu, sehingga anak-anak sulung Israel selamat dari kematian, (dalam bahasa Ibrani, pesakh = melewatkan).
Pesan yang dapat kita ambil melalui bacaan ini adalah bahwa setiap perayaan atau ibadah yang kita naikkan haruslah mendorong kesadaran kita tentang keberadaan kita serta apa yang kita pahami tentang Tuhan. Tanpa pemaknaan pada setiap perayaan atau ibadah yang dilakukan maka semua menjadi sia-sia. Yang utama adalah kesadaran tentang kasih Allah itu menumbuhkan keberanian untuk bersaksi bagi dunia lewat sikap hidup sehari-hari.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.