Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Selasa, 6 Februari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu V Sesudah Epifania

Selasa, 6 Februari 2018
Renungan Pagi

ELIA TAAT PADA TUHAN, IA SELAMAT

1 Raja-Raja 17:1-6
“… firman Tuhan kepadanya: “Pergilah dari sini…” Lalu ia pergi…” (ayat 2-5)

Yesus menuntut kesungguhan dari orang-orang yang dipanggil-Nya dan kesediaan untuk memikul salibnya masing-masing. Hal seperti itu tampak dalam kisah dalam bacaan hari ini. Elia berkata (menyampaikan firman Allah) kepada raja Ahab bahwa akan terjadi masa kekeringan selama dua tahun, kecuali jika Elia berkata lain. Rupanya perkataan Elia tersebut telah membangkitkan kemarahan sang raja, sehingga hidup Elia terancam.

Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Nabi Elia menerima firman Tuhan agar ia melarikan diri pergi ke arah timur di tepi sungai Kelit di sebelah timur sungai Yordan. Tuhan juga berjanji kepada nabi Elia bahwa di sana dia akan dapat minum dari sungai itu dan Tuhan akan memerintahkan burung-burung gagak untuk memberi dia makan. Elia taat, lalu ia pergi dan ia melakukan sesuai dengan firman Tuhan.

Bagaimanakah kita memahami kisah Elia ini? Kitab 1-2 Samuel dan 1-2 Raja-Raja adalah kitab sejarah deutronomis (sejarah Israel selaku umat Allah yang hidup dalam suatu ikatan perjanjian dengan Tuhan seperti tertulis dalam kitab Ulangan, dan yang ditulis dari sudut pandang kenabian). Isi dari ikatan perjanjian itu ialah: Allah akan menjadi Allah umat-Nya Israel dan bangsa Israel menjadi Umat Allah, dan di dalamnya ada janji berkat dan kutuk. Kitab sejarah deutronomis ini umumnya ditulis pada masa pembuangan Babel. Di Babel-lah Israel merenungkan seluruh masa masa lalunya, kesimpulannya ialah bahwa mereka terbuang, sebab mereka sering tidak setia kepada Tuhan. Mereka telah menduakan Tuhan dengan menyembah dewa Baal, seperti raja Ahab yang dianggap raja yang paling jahat di mata Tuhan. Elia setia memberitakan firman kepada raja, walau hidupnya terancam, tetapi Tuhan setia memelihara dia. Tuhan itu Allah yang setia, karena itu setialah kepada-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya