Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

SELASA, 9 JULI 2019 – Renungan Malam

 

MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA

KJ.424 : 1 – Berdoa

DAMAI SEJAHTERA MENDAHULUI MAKANAN DAN MINUMAN

Roma 14: 13 – 23
Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun (ay.19)

Makanan dan minuman adalah kebutuhan pokok dari kehidupan manusia. Hal makan dan minum juga diatur dalam beberapa agama. Aturan itu muncul dalam segala bentuk, ada yang boleh makan daging dan ada yang tidak, ada yang boleh minum alkohol dan ada yang tidak, dan aturan-aturan lainnya. Aturan-aturan demikian membangun suatu pola hidup yang berbeda-beda di antara para pemeluk agama yang beragam di Indonesia. Pada satu sisi, perbedaan ini bisa menjadi suatu kekayaan. Namun, di sisi lain bisa menjadi suatu potensi untuk mendatangkan perpecahan.

Dalam bacaan kali ini, Paulus menyinggung persoalan makan dan minum (ay. 14-18). Namun, Paulus membuka dengan pernyataan untuk tidak menghakimi dan tidak menjadi batu sandungan bagi sesama (ay.13). Pembukaan itu mengantar pada persoalan yang ada dalam kehidupan manusia. Persoalan makan dan minum bukanlah hal yang sepele. Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan label-label halal untuk menunjuk pada tempat makan yang telah memenuhi persyaratan dari lembaga keagamaan tertentu. Nah, jika kita makan di tempat yang tidak ada label itu, apakah itu berarti kita makan makanan yang haram?

Dalam pembacaan kali ini, Paulus menegaskan bahwa persoalan makan dan minum sesungguhnya tidak begitu penting dibandingkan dengan Hukum Allah. Kita tidak seharusnya menghakimi makanan dan minuman seseorang haram atau tidak, jika itu mengganggu kedamaian yang orang itu miliki. Kita harus menerima orang lain dengan keberadaannya. Kita tidak perlu fokus pada apa yang menjadi haram dan halal dalam hal makanan. Jika kita fokus pada hal-hal demikian, maka kita akan menjadi batu sandungan yang mendatangkan perselisihan dengan sesama ciptaan Tuhan. Fokus utama sebagai seorang Kristen ialah mendatangkan damai sejahtera bagi seluruh ciptaan Tuhan.

KJ.424 : 1,2
Doa : (Tuhan yang baik, ajarlah kami memiliki hati yang tidak membedakan di antara sesama kami)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.