Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

SENIN, 10 JUNI 2019 – Renungan Pagi

 

MINGGU PENTAKOSTA

GB.258:1,2 – Berdoa

MENJADI PELINDUNG SESAMA

Yosua 20:1-9
Supaya siapa yang membunuh seseorang dengan tidak sengaja, dengan tidak ada niat lebih dulu, dapat melarikan diri ke sana, sehingga kota-kota menjadi tempat perlindungan bagimu terhadap penuntut tebusan darah. (ay.3)

Pola pikir dan perilaku hidup manusia selalu berubah dan berkembang seiring perkembangan zaman. Pola hidup desa agraris yang produktif berubah dan berkembang ke pola hidup kota metropolitan yang konsumtif. Pola hidup tradisional yang sederhana kepada pola hidup modern yang mewah. Setiap perubahan zaman mempunyai tantangan dan masalah sendiri.

Bangsa Israel berkembang dari masyarakat suku-suku nomaden (berpindah-pindah) kepada masyarakat kota yang menetap. Kepemimpinan pun berganti dari Musa kepada Yosua. Tantangan yang dihadapi Yosua adalah menata kehidupan suku-suku Israel yang masih memiliki pola pikir dan perilaku nomaden. Salah satunya, menuntut balas. Oleh karena itu, Tuhan memerintahkan Yosua menentukan kota-kota perlindungan (semacam mahkamah agama) di tempat-tempat yang sudah ditentukan-Nya (bd. Ul 4:41-43).

Fungsi kota tersebut adalah menjadi tempat pelarian bagi pelaku kejahatan (pembunuh yang tidak sengaja) sampai rapat jemaah (proses pengadilan) dan dihukum secara adil; bebas dari penuntut tebusan darah. Aturannya dijelaskan, bahwa para pembunuh yang tidak sengaja harus lari dan berdiri di pintu gerbang kota serta menyampaikan perkaranya kepada para tua-tua kota. Mereka akan melindunginya dari penuntut tebusan darah dan menghukum secara adil dalam rapat jemaah.

Tantangan bagi pemerintah baru adalah melindungi hak dan kewajiban hidup seluruh rakyat Indonesia agar sama di mata hukum. Siapa bersalah mesti diproses hukum secara jujur dan adil. Gereja adalah wilayah hukum dan sekaligus pilar penegakkan hukum, yakni hukum Kasih. Marilah kita saling mengasihi dan saling melindungi. Lakukan apa yang baik, benar dan berguna terhadap semua orang. Jika berbuat jahat, sampaikan perkaranya kepada pihak yang tepat dan taati proses hukum : hukum Negara dan juga hukum Gereja.

GB.258:3,4
Doa : (Tuhan, jadikan kami pelindung sesama yang lemah di muka hukum)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya