Jumat, 3 November 2017 – Renungan Malam

134 Kali dibaca, Diterbitkan: 3 November 2017        


MINGGU XXI SES. PENTAKOSTA
Renungan Malam
JUMAT, 3 NOVEMBER 2017
GB.340 : 1-Berdoa
LEPASKAN IKATAN RATAP MASA LALU

Lukas 13: 15 – 17
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh iblis, harus dllepaskan dari ikatannya itu, karena la adalah keturunan Abraham 7″ (ay.16)

Hari Sabat bagi orang Yahudi adalah Hari Peristirahatan dan tidak boleh ada kegiatan apapun selain kegiatan yang berkaitan dengan ibadah. Hukum Taurat keempat, “lngat dan kuduskanlah hari Sabat.” (Kel. 20:8-11), menegaskan bahwa segala kegiatan rutin bekerja dan mencari nafkah selama enam hari lamanya, maka manusia harus berhenti pada hari ke tujuh; istirahat sebagaimana Allah melakukannya (bd.Kej.2:2-3). Orang Yahudi memahaminya dengan tidak melakukan apapun pada hari Sabat kecuali ibadah.

Ketika Tuhan Yesus melakukan tindakan penyembuhan bagi seorang perempuan dirasuk roh, sakit, bungkuk (ay.12,13) pada hari Sabat, maka terjadi reaksi keras atas tindakan itu. Kepala rumah ibadat mencela tindakan Tuhan Yesus tersebut dan menyarankan agar lebih baik orang sakit datang pada hari-hari lain selain hari Sabat untuk penyembuhan (ay.14). Reaksi keras kepala rumah ibadat ini dipertanyakan oleh Tuhan Yesus dengan kegiatan, yang justru sering dilakukan di hari Sabat, setiap orang melepaskan lembu atau keledainya dari kandang dan membawanya ke tempat minuman (ay.15). lni melanggar hukum Taurat (bd.Kel.20:10). Dengan menegur demikian Tuhan Yesus mengingatkan bahwa jangan MUNAFIK (ay.15).

Pekerjaan yang paling utama adalah pelayanan yang bersifat nyata bukan hanya usul, saran, teori, kritik. Bukan hanya rancangan-rancangan, rencana, dan berkisar pada ruangan kantor gereja, tembok-tembok gereja saja. Pelayanan utama adalah memulihkan yang sakit, menyegarkan jiwa yang haus akan Firman Tuhan, yang dapat dirasakan langsung oleh warga gereja (ay.16). Tidak terikat dengan beban masa lalu dan selalu memandang masa lalu yang kelam dan meratapinya. Masa depan adalah masa yang dipulihkan. Tuhan Yesus bersabda, “..harus dilepaskan dari ikatannya itu…”

GB.340 : 2,3
Doa : (Tuhan Iepaskan kami dari ikatan-ikatan masa lampau kami yang masih kami ratapi dan bebaskanlah untuk menatap hari esok yang sudah dipulihkan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *