Jumat, 9 Februari 2018 – Renungan Pagi

114 Kali dibaca, Diterbitkan: 8 February 2018        


 

Minggu V Sesudah Epifania

Jumat, 9 Februari 2018
Renungan Pagi

YERUSALEM YANG BARU

Zakharia 8:1-8
“Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka…” (ayat 8)

Nabi Zakharia, sezaman dengan nabi Hagai, bernubuat pada masa sesudah pembuangan. Keduanya bernubuat yang isinya mendorong pembangunan kembali Bait Allah di bawah pimpinan Nehemia. Kitab Zakharia adalah kita jenis apokaliptik. Biasanya kitab jenis ini muncul pada masa-masa umat mengalami penderitaan yang amat berat, sehingga mereka tidak lagi dapat berharap akan dunia ini, kecuali dunia jahat ini akan dilenyapkan atau diubah menjadi dunia yang baru sama sekali.

Zakharia menerima Firman penglihatan tentang Yerusalem yang baru dan yang untuknya Tuhan bekerja keras dan bersemangat. Zion akan dipulihkan. Di sana Tuhan akan kembali berdiam, dan umat akan hidup damai sejahtera. Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya sepanjang hari. Tuhan akan membawa pulang orang-orang yang terbuang. Mereka akan menjadi umat Allah, dan Tuhan akan menjadi Allah mereka dalam kesetiaan dan kebenaran.

Pada masa penglihatan Zakharia ini kota Yerusalem masih berupa kota berupa puing-puing yang ditinggalkan oleh penduduknya. Tetapi penglihatan ini menyatakan bahwa Tuhan sedang bekerja keras untuk memulihkan Zion (kota Yerusalem). Tuhan juga bekerja keras untuk memulihkan keadaan umat-Nya Israel yang berupa damai sejahtera. Sebuah penglihatan adalah anugerah berupa kesempatan dari Tuhan untuk melihat wujud pekerjaan Tuhan di masa depan. Kita percaya bahwa keadaan damai sejahtera yang dilihat itu pasti akan terwujud, sebab Tuhan sendiri bekerja keras untuk mewujudkannya. Lalu, apakah yang harus kita lakukan? Paling tidak ada dua hal, yaitu: 1)Bertobat (perubahan mental). Salah satu mentalitas kristiani yang utama ialah kasih (baca 1 Kor.13). Tanpa kasih, semua jadi sia-sia; 2)Bekerja keras, sebab Tuhan bekerja keras. Selaku gambar dan rupa Allah, kita sudah seharusnya kerja keras.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *