Kamis, 15 Maret 2018 – Renungan Pagi

49 Kali dibaca, Diterbitkan: 15 March 2018        


 

Minggu III Pra Paskah

Kamis, 15 Maret 2018
Renungan Pagi

PEMULIAAN YESUS

Yohanes 12:20-28
“Tetapi Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan” (ayat 23)

Kehadiran orang-orang Yunani yang mencari Yesus dengan bertanya kepada Filipus dan Filipus memberitahukan hal tersebut kepada Andreas dan Yesus. Kini, Yesus menyampaikan sesuatu yang akan terjadi mengenai diri-Nya dengan berkata, “…Telah tiba saatnya Anak Manusia dimuliakan” (ay.24). Telah tiba saatnya untuk Yesus dimuliakan Allah. Allah akan menyatakan kehadiran-Nya secara tuntas di dalam Anak-Nya lewat kematian-Nya. “Aku berkata kepadamu: sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (ay.24). Yesus akan masuk ke dalam tanah dan kematian-Nya akan menghasilkan banyak buah. Kedatangan orang-orang Yunani adalah tanda awal bahwa buah itu sudah ada.

Pemuliaan oleh Allah terhadap Yesus adalah dengan cara yang unik, Yesus akan ditinggikan (dimuliakan) lewat salib, itulah cara kematian-Nya. Ia mengajarkan kepada Filipus dan Andreas, juga orang-orang Yunani itu bahwa jikalau ia dikuburkan seperti biji gandum, maka banyak buah akan keluar. Di sini wujud nyata kasih dan kehadiran Allah tampak jelas dalam tindakan kurban kasih Yesus. Yesus telah dengan gamblang menyatakan pengurbanan diri-Nya (ay.23-24) dan para murid-Nya juga dipanggil untuk mengurbankan atau memberikan diri mereka sebagai kurban dengan menjadi hamba-Nya yang setia (ay.25-26).

Wujud cinta dan kasih yang tulus dari manusia terlihat dengan jelas dalam pengurbanan dirinya terhadap yang dicintai dan dikasihinya itu. Dengan cinta kasih Allah (Agape), cinta kasih yang selalu berkurban Yesus inginkan juga selalu dilakukan oleh para murid Yesus di segala zaman, agar kerajaan Allah sungguh-sungguh dirasakan oleh manusia di bumi ini. Panggilan dan pengutusan orang percaya tidak lain adalah membagikan cinta kasih Allah kepada sesama dan hal ini pasti membutuhkan sarana pengurbanan diri dari orang percaya. Mari kita lakukan dengan mengandalkan kekuatan dari Allah saja di dalam anugerah kehidupan yang sekarang dibentangkan Allah di hadapan kita, dalam segala aktifitas kita di hari ini di mana pun kita berada.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *