KAMIS, 25 JULI 2019 – Renungan Malam

43 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 July 2019        


 

MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA

GB.67 : 1 – Berdoa

TIDAK MEMBEBANI BANGSA-BANGSA DENGAN HUKUM YAHUDI

Kisah Para Rasul 14:26-28

“Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka
menceritakan segala sesuatu yang Allah… dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.” (ay.27)’

Dua hal yang perlu dicatat dari Misi Mengabarkan Injil dan mendirikan Jemaat oleh Paulus dan Barnabas. Pertama bahwa mereka melakukannya dengan sepenuh hati karena mereka diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang telah mereka selesaikan. Hal kedua adalah bahwa mereka tidak mengklaim bahwa jemaat-jemaat itu dibangun oleh mereka sendiri. Mereka memberikan bagian kepada pemimpin lain untuk melanjutkan karya dan karsa mereka.

Tatkala kembali ke Antiokhia mereka memanggil jemaat berkumpul dan menceritakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka tinggal lama bersama-sama dengan murid-murid itu.

Paulus menulis surat kepada orang-orang Galatia. Surat ini ditulis bagi persidangan para rasul di Yerusalem. (Kisah 15). Ia menulis tentang pokok apakah orang bukan Yahudi agar diselamatkan harus menguruti Hukum Taurat atau Yahudi yang belum mendapatkan jalan keluarnya. Persidangan para rasul itulah yang kemudian memberikan keputusan tentang hal itu. Pimpinan persidangan adalah rasul Yakobus yang memberikan amar keputusannya demiklan : “Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang
berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik, dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.

Mengabarkan Injil telah terbagi dalam upaya langsung memberitakan Injil Kristus dan lainnya adalah melakukan pekerjaan kasih, keadilan dan kemakmuran bagi semua orang. Mengabarkan Injil dengan kata dan perbuatan yang harus holistik dan komprehensif. Bagaimana kita melakukannya dalam lingkup dan bidang kerja kita? Rumuskan kembali berdasarkan ketetapan-ketetapan GPIB.

GB.61 : 2
Doa: (Tuhan, semoga Injil itu holistik dan komprehensif)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *