KAMIS, 29 AGUSTUS 2019 – RENUNGAN PAGI

9 Kali dibaca, Diterbitkan: 29 August 2019        


 

MINGGU XI SESUDAH PENTAKOSTA

GB.220 : 1,2 – Berdoa

JANGAN “MAKAN PUJI”

Daniel 5 : 1-16
Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. (ay.16)

Prestasi seseorang dalam bidangnya, pasti dibicarakan banyak orang. Para pencinta sepak bola mengenal nama-nama seperti Ronaldo dari Portugal, Eden Hazard dari Belgia atau Lionel Messi dari Argentina. Kemampuan mereka dalam mencetak gol sangat menakjubkan dan ditakuti lawan. Mereka selalu mendapat predikat pemain top dalam tiap musim. Tidak heran jika klub-klub besar selalu memanggil dan mengontrak mereka memperkuat kesebelasannya untuk meraih prestasi.

Daniel tidak hanya berfungsi pada zaman Nebukadnezar, tetapi juga raja pengganti, yaitu anaknya, Belsyazar. Belsyazar melaku- kan kejahatan. la menitahkan untuk mengambil perkakas Bait Suci, yaitu cawan yang terbuat dari emas dan perak. la dan para pembesar, para isteri dan para gundik minum anggur dari perkakas tersebut sambil memuji dewa-delqa mereka. Pada saat itulah, raja melihat jari-jari tangan yang menulis pada kapur dinding istana raja. Raja menjadi pucat, lemas dan gelisah. la memanggil para ahli jampi untuk menafsurkan arti tulisan dengan imbalan besar. Tetapi tidak seorang pun dapat menjelaskan. Raja dan para pembesar sangat cemas. Permaisuri meminta raja untuk memanggil Daniel. la memiliki kecerahan, akal budi dan hikmat, roh yang luar biasa dan pengetahuan. la dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan” (ay.11-12). Daniel dipanggil menghadap raja. Raja memuji Daniel atas apa yang dimiliknya. Raja meminta Daniel membaca tulisan itu dan menjelaskan maknanya. Raja menjanjikan hadiah dan kedudukan. Bisakah kita berlaku seperti Daniel yang dapat “menguraikan kekusutan”? Daniel bukan orang yang suka “makan puji”. Mari ubah cara hidup yang senang mencari pujian manusia. Orientasikan hidup kita kepada Allah, maka hidup kita selalu jadi berkat. Biasakan juga memuji saudara kita yang hidupnya jadi berkat bagi sesama. Jangan lupa berterima kasihl

GB.220 : 3
Doa : (Kami bersyukur bagi saudara kami yang mau jadi berkat dengan akal budi dan harta bendanya. Terima kasih atas berkat-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *