MINGGU, 21 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

14 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 October 2018        


 

KJ.249 : 1 – Berdoa

SELESAIKAN DENGAN PENUH KEKERABATAN

Kejadian 13:1-13
“… Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. (ay. 8)

Kitab Kejadian selain mengisahkan penyataan TUHAN atas pencipta alam semesta dan segala isinya, juga memaparkan sikap dan perilaku manusia sebagai ciptaan TUHAN. Salah satu perilaku manusia yang dicatat dalam Kitab Kejadian adalah perilaku para leluhur bangsa Israel, Abram dan keponakannya Lot. Interaksi antara Abram dan Lot serta interaksi antara para gembala menjadi teladan bagaimana seharusnya seorang manusia bersikap terhadap sesamanya.

Dalam bacaan kita pagi ini ada dua bentuk interaksi: 1) interaksi antara sesama manusia. 2) interaksi antara manusia dengan alam. Sumber daya alam yang Tuhan ciptakan boleh digunakan oleh semua manusia. Hanya saja sumber daya alam tersedia terbatas. Akibatnya terjadi perkelahian antara sesama gembala, memperebutkan lahan bagi ternak-ternak mereka (kelompok Abram dan kelompok Lot). Pertanyaannya, apakah keterbatasan sumber daya alam harus dihadapi dengan penengkaran? Jawabannya TIDAK! Mengapa? Abram tidak munafik bahwa mereka tetap membutuhkan sumber daya (air dan tanah yang subur/rumput). Oleh sebab itu Abram bertemu dan mengadakan perjanjian dengan Lot. Apabila Lot memilih ke kanan maka Ia akan memilih ke kiri dan sebaliknya. Lot juga diberi kesempatan pertama untuk memilih. Sikap apakah yang ditampakkan oleh Abram? Sikap kekeluargaan (sikap seorang kerabat, lih. Kejadian13:8). Ya, mempertahankan kekerabatan, itulah sikap manusiawi dari seorang manusia yang ingin ditonjolkan dalam kitab Kejadian demi menyelesaikan persoalan dan bukan perkelahian.

Di hari minggu ini, ingatlah bahwa kita semua adalah kerabat-kerabat Allah. Oleh sebab itu, jika menghadapi berbagal masalah bersikaplah sebagaimana yang harus dilakukan seorang manusia dihadapan Allah, bukan dengan kebencian, kekerasan atau perkelahian. Melainkan bersikap penuh kekerabatan antara sesama manusia. Itulah yang dikehendaki TUHAN Allah bagi kita, umat manusia.

KJ. 249 : 2
Doa : (Bapa di Sorga kami datang memohon kiranya menuntun kami supaya setiap menghadapi persoalan kami mampu menyelesaikannya dalam kasih kekerabatan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *