Minggu, 24 Desember 2017 – Renungan Malam

128 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 December 2017        


 

MINGGU ADVEN IV
MINGGU, 24 DESEMBER 2017

Renungan Malam

Merajut Kehendak Baik

Lukas 2:8-20
“…damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (ay.3)

Untuk pertama kali dalam hidupnya ia berada di dalam gedung gereja.  Seorang pemuda tanggung berdarah Bugis dan pemeluk agama Islam asal kampung Bojo Kabupaten Barru pinggiran Kota Pare Pare Sulawesi Selatan ini memenuhi undangan pertemanan Desember 2015, sembari menikmati indahnya dekorasi Natal di gedung gereja tua – “Gereja Manu” (manu = ayam – bhs. Bugis – saat ini GPIB Immanuel Pare Pare).  Niat baik itu diikuti dengan keterbukaan hati dan rela membantu menerjemahkan dan melafal bait ke-2 Kidung Jemaat 92 (“Malam Kudus”) dalam tutur bahasa Bugis.  Syairnya kemudian didokumentasi dalam tulisan dan dimadahkan pada Ibadah Malam Natal 2015 oleh Warga Jemaat dalam bingkai Tata Ibadah bernuansa daerah, “Wenni mapaccing masino sino linota matakka sipa’ dua deppa na matinro Ambo’ Indo’ sipoji Anak manyamengtinro na Anak manyamengtinro na”.

Kerelaan niat dan kehiendak baik pemuda tanggung dalam memaknai perjumpaan yang tulus, merupakan kepingan kecil mozaik kehidupan yang telah merekonstruksi kembali pesan sukacita para Malaikat kala memadahkan “Kidung Gloria” di sekitaran padang rumput kota kecil “Rumah Roti”.  “Terpujilah Allah di langit yang tertinggi!  Dan di atas bumi, sejahteralah manusia yang menyenangkan hati Tuhan! (ayat 14 – BIMK:LAI).  “…damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya” (ayat 14 – TB:LAI).  ‘Berkenan’ (eudokia ’eudokia’ – bhs. Yunani) dapat dimaknai maksud baik; kerelaan; keinginan; niat atau kehendak baik yang berkenan – dan kehidupan menanti rajutan setiap insan untuk terus memadu simpul-simpul niat baik dalam memaknai secara baru Kisah Natal sebagai Kisah Kasih Allah.

Malam ini dalam menyambut Natal Yesus Kristus, Kidung Gloria menjadi bahasa universal yang disenandungkan untuk merefleksikan kembali panggilan Gereja dalam perutusan-Nya di ruang publik, bersentuhan dengan realitas keragaman sebagai potret keseharian menuju “Damai Sejahtera” yang sejati.  Mari dalam bingkai rajutan berkehendak baik kembali kita nyatakan Damai dan Kasih Allah berpadu dalam syukur menyambut Kelahiran-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *