MINGGU, 29 JULI 2018 – Renungan Pagi

12 Kali dibaca, Diterbitkan: 29 July 2018        


 

MINGGU, 29 JULI 2018
Renungan Pagi

GB.213 : 1 – Berdoa

MENGOSONGKAN DIRI DAN MENGANDALKAN TUHAN DALAM HIDUP

Yeremia 17:5-8
“Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN” (ay.7)

Situasi dan kondisi masyarakat Yehuda saat Yeremia bernubuat sangat menderita. Mereka menderita di tangan Asyur dan Babilonia, yang membuat mereka terpisah dengan anggota keluarga dan juga kehilangan kebebasan di tanah air sendiri, khususnya dalam beribadah kepada TUHAN. Sikap raja Manasye yang bersandar pada Asyur merupakan tindakan pemberontakan manusia pada TUHAN. Dalam catatan kepemimpinannya terlihat pula tindakan keji raja dan para pembesar Israel di mata TUHAN atas rakyatnya melalui praktek korupsi dan ketidak-adilan. Bentuk penindasan atas rakyat seperti ini sebagai ciri ketidakhormatan manusia pada Allah Pencipta yang berdaulat atas hidup semua makhluk-Nya, juga hilangnya kesetiaan dan ketaatan umat pada Allah. Allah tidak lagi dipercaya sebagai penentu perjalanan ke masa depan. Akibatnya, mereka mengalami penghukuman dan murka Allah.

TUHAN berfirman dalam pergumulan nabi atas bangsanya: pertama, terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, mengandalkan kekuatannya sendiri, dan menjauh dari TUHAN. Mengapa demikian? Sebab manusia tidak dapat dipercaya, lebih mencintai dan mencari keuntungan diri. Raja Manasye tidak dapat memberi jaminan hidup yang diharapkan. Terlebih hatinya telah jauh dari TUHAN. Siapa yang mengandalkannya, tidak akan mengalami keadaan balk dan menyenangkan.

Kedua, diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN dan menaruh harapannya pada Allah. Sebuah penghiburan bagi umat TUHAN yang sekalipun tertindas tidak akan mengalami kehancuran. Umat tidak perlu takut, karena Allah memberkati mereka. Kedua hal di atas bukanlah pilihan kita, sebab sudah jelas bahwa klta hidup dalam berkat TUHAN; berharap dan mengandalkan-Nya. Sekalipun demikian tidak mustahil saat-saat tertentu hati kita menjauh dari TUHAN karena mengandalkan kekuatan diri dan orang lain lebih dari TUHAN. Oleh sebab itu di tengah lingkungan kehidupan ini, kita perlu mengosongkan diri dan menguduskan hidup bagi TUHAN dengan memandang TUHAN bukan Iagi sebagai ide dan konsep, tetapi sungguh-sungguh ada, hidup dan bertindak kini dan di sini.

GB.213 : 2
Doa : (Ya Bapa di sorga, berilah kami hikmat-Mu agar kami tidak menjalani hidup ini dengan kekuatan kami sendiri, tetapi dalam segala hal tetap setia mengandalkan Engkau)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *