Rabu, 21 Februari 2018 – Renungan Pagi

126 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 February 2018        


 

Minggu VI Pra Paskah

Rabu, 21 Februari 2018
Renungan Pagi

KEANGKUHAN MELEMAHKAN KEPEKAAN UMAT

Yesaya 29:1-6
“engkau akan melihat kedatangan TUHAN semesta alam dalam guntur, gempa dan suara hebat, dalam puting beliung dan badai dan dalam nyala api yang memakan habis” (ayat 6)

Kenapa Yerusalem dipanggil Ariel? Yerusalem dipanggil Ariel, sebagai sebuah sindiran kepada orang-orang di Yerusalem, yang sangat teratur dalam ibadah dengan segala ritual dan perayaannya, yang kemudian membuat mereka merasa aman, padahal mereka tidak mau dengan sadar dan kerendahan hati untuk kemiskinan hidup rohani bahkan dosa-dosa yang mereka lakukan.

Allah melalui nabinya, menyampaikan firman-Nya bahwa Ia akan mendatangkan hukuman yang menghancurkan mereka oleh karena dosa-dosa mereka. Mengapa mereka dihukum?

Pertama, mereka melihat tapi buta hati. Banyak nabi yang TUHAN utus untuk membuka bukan hanya mata mereka, tetapi juga mata hati dan iman mereka. Tetapi mereka tetap nyaman dengan mengutamakan kehendak mereka bukan kehendak Allah.

Kedua, mereka tekun beribadah tetapi tidak setia. Mereka tekun melakukan kegiatan ibadah mereka tetapi mereka lakukan sebatas ruang dan waktu ibadah ritual; mereka tidak mengalami pertobatan, pembaharuan dan perubahan hidup.

Kota Yerusalem akan dikepung dari segala penjuru, sehingga tidak ada celah sedikit pun untuk melarikan diri. Seituasi pengepungan digambarkan dengan arwah-arwah yang sudah tidak berdaya, yang terkurung dalam debu. Yerusalem yang congkak, pada saat itu akan benar-benar direndahkan.

Sudahkah kita peka akan penyataan TUHAN? Sudahkah kita setia dalam hidup beriman kita? Sudahkah kita semakin peka pada suara dan kehendak TUHAN?


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *