Rabu , 21 Maret 2018 – Renungan Malam

42 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 March 2018        


Minggu II Pra Paskah

Rabu , 21 Maret 2018
Renungan Malam

PERCAYALAH, IA AKAN MENOLONG

Mazmur 77:17-21
“Engkau telah menuntun umat-Mu, seperti kawanan domba dengan perantaraan Musa dan Harun” (ayat 21)

Pernahkah saudara meragukan tidak percaya terhadap penyertaan dan pertolongan Tuhan saat menghadapi berbagai pergumulan, penderitaan penyakit, kesesakan hidup yang berat, atau masalah-masalah dilematis yang tak kunjung selesai? Mungkin sudah tekun berdoa, tetapi tak ada jawaban dari Tuhan; sudah menggantungkan hidup sepenuhnya kepada-Nya, tetapi tidak mendapat jalan keluar. Dalam keadan demikian, mudah muncul anggapan bahwa Tuhan tidak lagi melakukan hal-hal ajaib dalam hidup ini. Lalu kita tidak peduli lagi pada iman kita “I am done with God” (saya selesai/tidak peduli dengan Tuhan). Sejarah penyelamatan Allah yang ajaib di masa lalu sudah dianggap menjadi barang antik.

Pemazmur mengalami pergumulan berat dalam hidupnya. Pembuangan ke Babel membawa banyak penderitaan dan kesesakan. Dulu umat-Nya pernah mengalami betapa Tuhan melakukan perbuatan-perbuatan ajaib yang membebaskan, tetapi sekarang ketika dalam kesusahan dan merenungkan kembali segala perbuatan-Nya yang ajaib, sepertinya dia bingung, kecewa dan putus asa. Pemazmur gagal menemukan Tuhan, walaupun hanya untuk jejak-jejak langkah-Nya (ay. 20). Namun, ia terus mengingat dan merenungkan perbuatan Allah, hingga ia menyadari bahwa jejak-jejak Allah yang tak mampu dilihat inilah yang telah menuntun kawanan domba Allah melintasi lorong mata air yang luas (ay. 20, 21). Walaupun Allah dengan segala jalan-Nya tak terpahami, namun Dialah yang menaklukkan kekuatan-kekuatan dunia yang menakutkan dan menuntun umat-Nya melintasi semuanya itu. Orang yang sedang bersedih hati karena alasan apapun, tidak hanya menyakiti diri sendiri, tetapi juga menentang Allah jika enggan dihibur.

Marilah kita tetap meyakini Tuhan yang telah menyatakan klimaks (puncak akhir) perbuatan ajaib-Nya yang menyelamatkan itu, walaupun jejak pertolongan-Nya tak terlihat secara kasat mata. Ketika kita berhenti mengeluh dan berpaling pada-Nya, kita akan dikaruniai kekuatan untuk melihat sekali lagi karya ajaib Tuhan dalam hidup kita. Sepanjang hari ini, tentu saja kita melihat dengan mata fisik (kedua mata kita) dan mata iman kita bahwa Allah menuntun hidup kita, jika tidak, tentu kita tidak akan sampai pada waktu malam ini dan disini.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *