Rabu, 7 Maret 2018 – Renungan malam

85 Kali dibaca, Diterbitkan: 7 March 2018        


 

Minggu IV Pra Paskah

Rabu, 7 Maret 2018
Renungan malam

HANYA ENGKAULAH TUHAN

Nehemia 9:6-15
“Hanya Engkau adalah TUHAN! Engkau telah menjadikan langit…, dan bumi… Engkau memberi hidup kepada semuanya itu dan bala tentera langit sujud menyembah kepada-Mu” (ayat 6)

Nas mencerminkan siapa TUHAN dan apa yang telah diperbuat-Nya. Dialah Pencipta alam semesta dan yang mengikat Perjanjian dengan Abram dengan memberikan kepada keturunannya wilayah yang berasal dari bangsa-bangsa lain (ay.6-8). Unsur nas berikutnya (ay.9-15) menuturkan kembali peristiwa besar Keluaran seperti telah diungkapkan di kitab Keluaran pasal 13, 14, 19 dan 20. Dapat ditelusuri bagaimana Nehemia dari zaman kemudian mengambil alih apa yang tertulis di kitab Keluaran, yang dianggapnya penting untuk dikomunikasikan.

Apa yang hendak dipaparkan penulis ialah perbandingan antara TUHAN dan ilah-ilah yang disembah bangsa-bangsa lain. Sembahan bangsa-bangsa lain itu tidak menakjubkan seperti yang dilakukana TUHAN dalam penciptaan alam semesta dan tindakan penyelamatan di pentas sejarah dunia. Ketika kitab Taurat dibacakan, kesepuluh firman tentu disinggung pula, yang pada kedua firman pertama menyangkut ilah-ilah lain yang tidak boleh disembah, juga patung dari apa yang ada di langit, di bumi atau dalam air dengan alasan’…sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu…!’ (Kel. 20:3-5a). Penulis kitab Nehemia mengutip dari Kel. 32:1-4 perbuatan nista yang dilakukan umat pada peristiwa Keluaran, ketika membuat patung anak lembu emas yang disembah sebagai Allah (9:18). Di kitab yang kurang lebih sezaman dengan tulisan di kitab Nehemia dinyatakan dengan tegas: ‘sebab besar TUHAN dan terpuji sangat, dan lebih dahsyat Ia daripada selagal allah. Sebab segala allah bangsa-bangsa adalah berhala, tetapi TUHAN-lah yang menjadikan langit’ (1 Taw.16:25-26).

Rupanya penyembahan berhala berupa benda berharga belum lenyap di dunia yang semakin meningkat perkembangannya dalam IPTEK. Apakah sumbangan kekristenan terhadap IPTEK mengantisipasi hal tersebut? Sehingga kita tetap dapat dengan terbuka beriman sekaligus berilmu.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *