Selasa 18 Agustus 2020 – Renungan Malam

10 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 August 2020        


MINGGU XI SES. PENTAKOSTA


GB. 289 : 1 – Berdoa

Kisah Para Rasul 4 : 32 – 37

Bukti Hidup Dari Kasih Yang Berlimpah-Limpah

Dalam situasi Pandemi covid 19 kita merayakan Hari Jumat Agung dan ibadah Paskah di rumah masing-masing. Tiap-tiap keluarga dituntun menghayati kuasa kebangkitan Kristus melalui ibadah di rumah bukan di Gereja. Warga jemaat merasakan suasana yang berbeda dan rindu terhadap persekutuan. Beribadah bersama menjadi kerinduan yang besar. Pasca pandemi pasti akan menyemangati kita untuk lebih memaknai arti persekutuan yang beribadah dan berdampak secara sosial.

Stay at Home, dapat dimaknai umat dalam kesadaran tentang kebenaran Firman Allah, bahwa Kristus yang bangkit memberi sukacita bagi mereka di rumah maupun keselamatan bagi semua orang. Kebangkitan Tuhan Yesus memberi semangat bela rasa dan kesetiaan untuk terus bersandar kepada-Nya sebagai Sang Masa depan.
Tetap di rumah dan beribadah di rumah tidak menjadi penghalang bagi warga jemaat untuk setia menyampaikan persembahan syukurnya dengan cara membawa sendiri atau menyerahkannya ke koordinator sektor pelayanan guna disampaikan ke gereja dan dikelolah bagi daya upaya diakonia umat dan sesama. Ini salah satu indikator kedewasaan umat yang luar biasa. Saya juga memperhatikan beberapa keluarga saling tolong menolong membantu satu sama lain, membagikan masker, kebutuhan pokok dan kerelaan presbiter menyediakan waktu menyalurkan pelayanan kasih secara langsung kepada warganya. Satu hati dan satu rasa dibuktikan dalam aktivitas pelayanan kasih. Seperti itulah bukti merespons Tuhan dan karya-Nya.
Jemaat mula-mula adalah bukti hidup dari kasih karunia yang berlimpah-limpah. Nilai-nilai PERSEKUTUAN selaku anggota tubuh Kristus sebagai keluarga besar Allah sangat mewarnai jati diri mereka. Persekutuan dihayati sebagai cara hidup jemaat yang berada dalam kuasa kebangkitan Yesus dan kasih karunia-Nya yang berlimpah-limpah. Sekalipun stay at home, mereka tidak terkendala untuk melakukan pelayanan kasih. Diakonia berbasis keluarga tetap dilakukan sebagai syukur kepada Allah. ltu adalah cara hidup berjemaat dan PERSEKUTUAN umat Tuhan.


GB.289 : 2, 3
Doa : (Tuhan terima kasih atas kasih-Mu yang menyelamatkan kami, juga kuasa-Mu yang meneguhkan persekutuan yang bersaksi dan melayani-Mu)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *