SELASA, 9 OKTOBER 2018 – Renungan Pagi

20 Kali dibaca, Diterbitkan: 9 October 2018        


 

GB.283 : 1 – Berdoa

BIJAK MENGATUR BERKAT, HIDUP SEJAHTERA

Kejadian 41 : 46 – 52
Maka Yusuf mengumpulkan segala bahan makanan ketujuh tahun kelimpahan yang ada di tanah Mesir, lalu disimpannya di kota-kota….(ay.48)

Ada sebagian warga gereja/orang beriman, termasuk hamba Tuhan, yang selama bekerja, menjadi orang terhormat dan menduduki posisi penting serta memiliki berbagai fasilitas yang memberi kenyamanan hidup baginya dan seisi keluarga. Tetapi sesudah pensiun, semuanya seolah sirna. Hidupnya gelisah dan susah; tidak punya rumah; atau punya rumah tetapi terpaksa dijual untuk bisa bertahan hidup bersama seisi keluarga. Anak-anak yang diharapkan memiliki masa depan yang baik sehingga dapat memelihara hidup orang tua, ternyata hidupnya tidak terarah, luntang-lantung tidak punya tujuan, dan menjadi beban yang makin menyusahkan hati orang tua. Mengapa hal ini terjadi? Mungkin karena kurang berhikmat dalam mengelola berkat Tuhan. Atau terbiasa hidup enak. Atau bagi pendeta terlalu yakin bahwa setelah pensiun, Tuhan melalui jemaat pasti sediakan rumah dan memelihara hidup hamba-Nya.

Tuhan pasti memelihara hidup kita. Tetapi Ia juga mau supaya kita berhikmat dalam mengembangkan karunia dan menata-kelola segala berkat Tuhan yang dilimpahkan-Nya dalam hidup dan kerja kita di lintasan musim dan zaman yang selalu berganti (baca Pengkhotbah 3:1-15).

Belajarlah dan berpikir serta bertindak seperti Yusuf yang diberi hikmat oleh Tuhan sehingga dipercaya menjadi penguasa di Mesir. Selama masa kelimpahan (aktif bekerja), kumpulkanlah sedikit demi sedikit dari berkat Tuhan dalam lumbung masa depan kita. Jangan hidup berfoya-foya sehingga kita habiskan berkat Tuhan selama masa kelimpahan. Didik dan arahkan anak-anak kita juga untuk hidup hemat dan belajar tekun untuk meraih keberhasilan dan masa depan yang baik. Maka ketika kita pensiun, kita dapat menikmati hidup dengan tenang dan damai; tidak susah dan sengsara. Anak-anak pun telah berhasil; mereka bisa membahagiakan kita dengan hasil kerjanya. Dan kita pun bisa terus menjadi alat berkat Tuhan kepada sesama.

GB.283 : 2,3
Doa : (Tuhan, berilah hikmat-Mu agar kami berlaku bijak di masa senang)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *