Senin, 21 Mei 2018 – Renungan Pagi

82 Kali dibaca, Diterbitkan: 21 May 2018        


 

Minggu Pentakosta

Senin, 21 Mei 2018
Renungan Pagi

KJ 452:1 – Berdoa

DOA SEBAGAI GAYA HIDUP

Nehemia 2 : 1 – 5
“…..lalu kata raja kepadaku “jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah…” (ayat 4)
Mahatma Gandhi berkata “Doa adalah kunci di pagi hari dan sekrup di sore hari”. Pernyataan Gandhi ini mau menjelaskan bahwa doa merupakan benteng yang melindungi seseorang dalam menjalankan kehidupan yang penuh dengan berbagai pergumulan. Sebagai orang percaya sudahkah kita senantiasa membentengi setiap langkah kehidupan kita dengan doa? Atau kita masih menjadikan doa hanya sebatas alat untuk memenuhi atau bahkan memaksa keinginan kita kepada Allah? Jika ada perlu baru kita berdoa!.

Nehemia seorang yang senantiasa hidup takut akan Allah. La memiliki hubungan yang sangat dekat Allah, bahkan di setiap hal yang akan dilakukannya ia senantiasa melibatkan Allah dalam kehidupannya melalui doa. Hal ini terlihat jelas ketika raja bertanya kepadanya “Apa yang diinginkan oleh Nehemia?”. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan raja, tetapi ia sempatkan diri berdoa kepada Allah sebelum ia menjawab pertanyaan (ayat 4). Tindakan Nehemia menunjukan bahwa ia senantiasa menjadikan doa sebagai gaya hidupnya. Menghadapi pertanyaan raja yang mengharuskan ia cepat menjawab, ia tetap menyempatkan diri untuk berdoa. Sehingga akhirnya ia bisa memberikan jawaban kepada raja sesuai dengan yang Allah kehendaki. Kebiasaan berdoa bahkan di tengah kondisi yang menuntut pengambilan keputusan yang cepat seperti Nehemia, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang senantiasa menjadikan doa sebagai gaya hidup.

Sudahkah kita menjadikan doa sebagai gaya hidup?. Menjadikan doa sebagai gaya hidup bukan hal mudah, karena semuanya harus dimulai dari kemauan kita merendahkan diri di hadapan Allah dengan selalu menyediakan waktu untuk Allah dan bukan menyisakan waktu untuk Allah! Sediakanlah waktu untuk Allah di tengah kesibukan kita dan bukan sisakan waktu untuk Allah kalau kita sudah tidak sibuk. Selamat berjuang untuk menjadikan doa sebagai gaya hidup.

KJ 452 : 2,6
Doa : (Tolong kami Tuhan untuk senantiasa menyediakan waktu untuk Engkau sehingga kami mampu menjadikan doa sebagai gaya hidup)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *