Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Senin, 21 Mei 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu Pentakosta

Senin, 21 Mei 2018
Renungan Pagi

KJ 452:1 – Berdoa

DOA SEBAGAI GAYA HIDUP

Nehemia 2 : 1 – 5
“…..lalu kata raja kepadaku “jadi, apa yang kauinginkan?” Maka aku berdoa kepada Allah…” (ayat 4)
Mahatma Gandhi berkata “Doa adalah kunci di pagi hari dan sekrup di sore hari”. Pernyataan Gandhi ini mau menjelaskan bahwa doa merupakan benteng yang melindungi seseorang dalam menjalankan kehidupan yang penuh dengan berbagai pergumulan. Sebagai orang percaya sudahkah kita senantiasa membentengi setiap langkah kehidupan kita dengan doa? Atau kita masih menjadikan doa hanya sebatas alat untuk memenuhi atau bahkan memaksa keinginan kita kepada Allah? Jika ada perlu baru kita berdoa!.

Nehemia seorang yang senantiasa hidup takut akan Allah. La memiliki hubungan yang sangat dekat Allah, bahkan di setiap hal yang akan dilakukannya ia senantiasa melibatkan Allah dalam kehidupannya melalui doa. Hal ini terlihat jelas ketika raja bertanya kepadanya “Apa yang diinginkan oleh Nehemia?”. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan raja, tetapi ia sempatkan diri berdoa kepada Allah sebelum ia menjawab pertanyaan (ayat 4). Tindakan Nehemia menunjukan bahwa ia senantiasa menjadikan doa sebagai gaya hidupnya. Menghadapi pertanyaan raja yang mengharuskan ia cepat menjawab, ia tetap menyempatkan diri untuk berdoa. Sehingga akhirnya ia bisa memberikan jawaban kepada raja sesuai dengan yang Allah kehendaki. Kebiasaan berdoa bahkan di tengah kondisi yang menuntut pengambilan keputusan yang cepat seperti Nehemia, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang senantiasa menjadikan doa sebagai gaya hidup.

Sudahkah kita menjadikan doa sebagai gaya hidup?. Menjadikan doa sebagai gaya hidup bukan hal mudah, karena semuanya harus dimulai dari kemauan kita merendahkan diri di hadapan Allah dengan selalu menyediakan waktu untuk Allah dan bukan menyisakan waktu untuk Allah! Sediakanlah waktu untuk Allah di tengah kesibukan kita dan bukan sisakan waktu untuk Allah kalau kita sudah tidak sibuk. Selamat berjuang untuk menjadikan doa sebagai gaya hidup.

KJ 452 : 2,6
Doa : (Tolong kami Tuhan untuk senantiasa menyediakan waktu untuk Engkau sehingga kami mampu menjadikan doa sebagai gaya hidup)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya