Senin, 25 Desember 2017 – Renungan Malam

159 Kali dibaca, Diterbitkan: 23 December 2017        


 

MINGGU ADVEN IV
SENIN, 25 DESEMBER 2017

Renungan Malam

  1. Menerjemahkan Pertobatan

Lukas 3:10-20
“Jika demikian apakah yang harus kami perbuat?” (ay.10)

Menggunakan wadah botol plastik bekas air mineral beragam ukuran, para anak layan Ibadah Hari Minggu Pelayanan Anak (IHMPA) kelas kecil dan tanggung di GPIB Immanuel Pare Pare selama Masa Adven Tahun 2015 yang lalu menabung.  Uang yang terkumpul dipakai untuk membeli telur, beras dan mie instant.  Sebagai rangkaian kegiatan Natal, natura tersebut disumbangkan ke sebuah Pondok Pesantren di Kelurahan Lappade Ujung Kota Pare Pare pada bulan Juni 2016 dalam kegiatan anjangsana.  Perjumpaan antara Anak Layan dan para Santri dalam keakraban salam, sapa dan doa, dimana kegiatan dilakukan di dalam Musala.  Selama Masa Adven dengan pendampingan Kakak Layan semangat ‘ungu muda’ (penantian dan pertobatan) dijadikan tema unik untuk dihayati dalam sukacita berbagi pada masa ‘putih’ di Natal di mana para Anak Layan menerjemahkan pertobatan melalui aksi-aksi mulia dalam bingkai perjumpaan lintas iman.

Gema pertobatan yang dikumandangkan Yohanes Pembaptis sebagai “bentara” Kristus, diikuti ajakan perubahan sikap sebagai ekspresi pertobatan.  Perbuatan dan sikap hidup yang berorientasi pada kepentingan diri, kecurangan, ditanggalkan menuju hidup yang berorientasi pada perjumpaan dengan kebutuhan orang lain, berbagi dalam ketulusan dengan sesama.  Di dalam Kuasa Yesus Kristuslah setiap perjumpaan dengan sesama akan menemukan maknanya yang sejati.  Ia hadir dalam kuasa Sabda-Nya dan kuasa Karya-Nya yang memungkinkan setiap insan GPIB dilahirkan kembali memaknai hidup secara utuh dan penuh melalui simpul-simpul tindakan yang tulus sebagai upaya menerjemahkan pertobatannya.

Malam telah menjemput kala di pagi hingga sore perjumpaan dengan sesama dan segenap anggota Keluarga dalam memaknai Natal hari ini kita terjemahkan kembali secara baru karena alasan kasih.  Semoga dengan keterbukaan hati yang telah dibaharui oleh “Sang Putra Kudus” yang kita ingat-rayakan kelahiran-Nya hari ini, mengundang setiap karsa kita untuk diterjemahkan dalam karya sebagai buah-buah pertobatan yang tidak semata demi ‘muruah’ diri, tetapi untuk ‘kemaslahatan’ orang lain.  Selamat Natal!


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *