SENIN, 25 JUNI 2018 – Renungan Pagi

61 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 June 2018        


 

SENIN, 25 JUNI 2018
Renungan Pagi

GB 61:1 – Berdoa

MENCARI KUASA TUHAN

Markus 5:21-24
“datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya” (ay.22)

Setiap orang pasti ingin hidup berkuasa dan terhormat. Kekuasaan dan kehormatan dianggap dapat memudahkan seseorang untuk memperoleh segala sesuatu yang diinginkannya di dunia. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar sebab di dunia ini ada hal-hal yang bahkan tidak bisa dibeli dengan apapun. Kesehatan menjadi salah satu hal yang tidak dapat dibeli. Mengupayakannya memang membutuhkan uang yang biasanya, dimiliki oleh orang berkuasa dan terhormat. Namun, ketika banyak uang telah dikeluarkan untuk menempuh segala cara pengobatan tetapi tidak berhasil, kemanakah lagi kita harus datang rnencari kesehatan dan kesembuhan itu?

Seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus mengalami hal tersebut. Anak perempuannya menderita sakit parah hingga akhirnya pada ay.35 dikatakan telah mati. Yairus datang kepada Yesus dengan menanggalkan kekuasaan dan kehormatannya sebagai kepala rumah ibadat yang terpandang. Ia tersungkur dengan penuh kerendahan hati memohon kuasa kesembuhan dari Yesus kepada anaknya Bagi Yairus tidak ada lagi yang bisa diandaikan dari dirinya, bahkan kekuasaan dan kehormatannya sebagai kepala rumah ibadat.

Hari ini, sebelum memuiai seluruh aktivitas dan kegiatan kita, datanglah kepada Tuhan dengan tersungkur melepaskan kebanggaan, kuasa dan kekuasaan diri yang kita andalkan. Dunia ini tidak akan mampu dihadapi dengan kekuatan atau kuasa manusia. Datanglah kepada Tuhan yang kekuasaan-Nya tak terbatas untuk memohon perkenan dan penyertaan-Nya. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan dihadapi hari ini dan di hari depan. Lepaskan kekuasaan dan kekuatan kita dihadapan TUhan, supaya kuasa-Nya kita temukan dan bekerja atas hidup kita.

GB.61:3
Doa : (Ya Tuhan, ajarlah kami untuk tunduk di bawah kuasa-Mu dan meyakininya dalam jalan hidup kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *