Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Minggu, 11 Februari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu VI Sesudah Epifania

Minggu, 11 Februari 2018
Renungan Pagi

ALLAH YANG KREATIF MENJUMPAI MANUSIA YANG PUTUS ASA

1 Raja-Raja 19:9-12
“Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa” (ayat 12)

Tuhan adalah Allah yang Mahakuasa. Kekuasaan-Nya membuat Ia bisa hadir dalam perbagai cara, termasuk ketika kesunyian terjadi. Dan itulah yang dialami Elia ketika ia diancam oleh Izebel. Setelah mengalami kemenangan melawan nabi-nabi Baal, dan berharap agar kemenangan itu membuat Israel bertobat, kini Elia harus berhadapan dengan situasi yang sulit. Raja Ahab dan umat Israel masih tetap mengeraskan hatinya. Ahab melaporkan peristiwa kekalahan nabi-nabi Baal di gunung Karmel kepada ratu Izebel. Mendengar hal itu Izebel menjaid murka. Ia berusaha untuk membunuh Elia.

Elia yang sedang putus asa pernah berdoa minta mati kepada Tuhan, namun Tuhan tidak menjawab doa itu. Ia tidak menginginkan Elia binasa. Dan karena itu, Tuhan menampakkan diri kepada Elia. Menariknya, teofani itu tidak terjadi seperti biasanya. Tuhan tidak hadir dengan cara yang spektakuler, seperti lewat angin yang besar, gempa atau api sekalipun. Ia justru hadir dengan cara yang tidak spektakuler, lewat angin sepoi-sepoi. Ia datang di tengah-tengah kesunyian. Apa yang tidak biasanya dialami oleh umat, sekarang dinyatakan Allah lewat seorang nabi yang sedang kalut.

Tuhan bisa memakai apa saja untuk menjumpai manusia. Kehadiran-Nya tidak bisa kita batasi hanya dalam satu cara. Ia hadir dengan beragam cara. Lewat badai, gempa dan api. Demikianpun kesunyian. Kisah Elia yang mengalami teofani mengajak kita untuk tidak mengkungkung Allah dengan cara-cara yang spektakuler. Allah adalah Tuhan yang kreatif. Kreatifitas-Nya membuat Ia selalu hadir dalam beragam cara menjumpai kita yang bergumul dan berjuang. Yang kita butuhkan adalah kepekaan untuk menyadari kehadiran Tuhan itu. Karena itu, bukalah telinga, hati dan pikiran kita untuk peka terhadap sapaan-Nya.


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.