SABTU, 13 JULI 2019 – Renungan Pagi

23 Kali dibaca, Diterbitkan: 13 July 2019        


 

MINGGU III SESUDAH PENTAKOSTA

GB.120:1 – Berdoa

UMAT MENGHORMATI ALLAH PERJANJIAN

Keluaran 24:1-8
” inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu….”(ay.8b)

Allah Israel sering disebut sebagai EL KHESED (ALLAH KASIH SETIA), Artinya Sejauh Allah mengasihi umat Israel, sejauh itu pula Allah setia pada Perjanjian yang Ia buat dengan bangsa Israel (Ul.7:9 ; 2 Tim.2:13). Allah Setia karena Dia tidak dapat menyangkali dirinya. Ikatan Perjanjian yang Allah buat dengan Israel, tidak terjadi sebagai hasil persetujuan bersama. Tetapi pertama-tama oleh karena keputusan dan atas Prakarsa Allah sendiri. Isi perjanjian itu berupa segala undang-undang, ketetapan-ketetapan, segala peraturan yang berupa Firman Tuhan kepada Israel, sehingga dapat dikenal orang dan bangsa Israel dapat mengenali dirinya sendiri selaku “umat milik Allah”.

Musa menjadi perantara juga pemimpin yang diutus Allah, untuk melaksanakan kehendak Allah bagi bangsa Israel sejak pembebasan dari Mesir, pengembaran di padang gurun, penerimaan sepuluh hukum di gunung Sinai, dan upacara ikatan perjanjian sebagai perantara, Musa setia mengkomunikasikan apa yang di firmankan Allah kepadanya untuk bangsa Israel. Upacara korban persembahan hanyalah satu cara bagi umat Israel untuk menghampiri Allah Yahweh yang kudus. Korban Persembahan, berupa binatang, gandum dan minuman dilaksanakan dalam lima jenis dasar korban(lm.1:3-17). Sistim korban umat Israel itu berbeda, karena dinyatakan oleh Allah dan diarahkan kepada sasaran kekudusan pribadi dan masyarakat. Korban persembahan bermakna menebus atau menutupi dosa yang dilakukan, bertobat dan berdamai dengan Allah. Hakikat hidup ada dalam Darah. Darah yang disiram keatas Mezbah merupakan penyucian Simbolis dari manusia berdosa; sehingga darah perjanjian mengandung makna orang dibenarkan oleh kepercayaan pada janji Yahweh yang ditunjukkan melalui ketaatan pada persyaratan perjanjian-Nya.

Korban keselamatan kita telah terjadi didalam Yesus Kristus. Darah-Nya yang tercurah telah menyucikan, mengkuduskan, memperbaharui hidup kita. Melalui pengorbanannya kita diselamatkan, dan menjadi umat miliknya. Karena itu kita harus membawa perdamaian dan kasih dari Kristus untuk menciptakan hubungan yang baik dengan sesama sebagai satu bangsa.

GB.120 : 2
Doa : (Ya Tuhan mampukan kami dalam membawa damai dan kasih-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *