SELASA, 18 DESEMBER 2018 – Renungan Pagi

20 Kali dibaca, Diterbitkan: 18 December 2018        


 

MINGGU ADVEN III

KJ.270:2 – Berdoa

BERJALAN DALAM TERANG, BERJALAN DENGAN SUKACITA

Yesaya 9:1-2
Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman atasnya terang telah bersinar. (ay.1)

Pernah ada akronim (singkatan kata) madesu yang artinya masa depan suram. Kata ini menunjukan kepada mereka yang tidak punya masa depan karena tidak punya pendidikan, tidak punya ketrampilan, tidak punya modal untuk dikembangkan dan meraih masa depan yang baik. Sungguh sangat menyedihkan orang-orang yang memiliki ‘madesu’ ini. Apa yang dialami Israel karena pemberontakannya kepada Allah lebih meyeramkan lagi bukan hanya suram tetapi ‘gelap‘ total, artinya tidak bisa melihat apa-apa iagi, dan berada dalam frustrasi yang hebat.

Dalam keadaan yang seperti ini Firman Tuhan lewat Nabi Yesaya datang memberikan pengharapan yang menghadirkan sukacita yang besar, yaitu mereka akan melihat terang, dan terang itu bersinar atas mereka. Terang itu sangat mendatangkan sukacita bagi mereka, sebab terang itulah satu-satunya yang mereka butuhkan, seperti orang buta yang sangat ingin bisa melihat, orang lumpuh yang sangat menginginkan bisa berjalan, orang kelaparan yang sangat menginginkan makanan dan lain sebagainya.

Dengan demikian Israel harus menyadari keberadaan mereka dalam kegelapan pekat dan apa yang mereka sangat butuhkan adalah terang. Terang yang sesungguhnya hanya ada di dalam Allah dan bukan yang lain. Nubuat ini selain memberikan pengharapan kepada Israel, juga menyadarkan mereka tentang apa yang mereka alami sekarang dan apa yang benar-benar mereka butuhkan.

Bukan sekadar pembebasaan dari pembuangan melainkan kehadiran dan penyertaan Allah, seperti Sang Terang yang menerangi bumi dan menuntun manusia melakukan aktivitasnya. Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, pagi ini dalam menjalankan aktivitas kita dibimbing oleh Firman-Nya untuk dapat menyadari mengenai apa yang kita butuhkan untuk menjalankan aktivitas kita yaitu kehadiran Allah dan penyertaan-Nya agar kita dapat beraktiviitas dengan penuh sukacita. Kita memulai hari ini dengan memohon kehadiran-Nya dan pendampingan-Nya dalam setiap langkah hidup yang kita mau lalui di hari ini.

KJ. 270:3
Doa : (Bapa, penyertaan-Mu membuat kami bersukacita untuk menjalani hari-hari kami)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *