Senin, 12 Maret 2018 – Renungan Pagi

107 Kali dibaca, Diterbitkan: 12 March 2018        


 

Minggu III Pra Paskah

Senin, 12 Maret 2018
Renungan Pagi

MERAGUKAN YESUS

Markus 9:14-19
“Maka kata Yesus kepada mereka: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? …” (ayat 19)

Orang banyak, termasuk ahli Taurat yang sedang bercakap-cakap dengan para murid Yesus, takjub dan tercengang melihat Yesus berjalan menuju mereka (ay.15). Mengapa? Karena para ahli Taurat yakin bahwa Yesus, guru mereka pasti tidak akan kembali lagi kepada para murid-Nya. Mereka sedang sibuk membicarakan kepergian Yesus.

Di tempat itu, ada juga seorang bapak menyatakan kepada Yesus bahwa anaknya kerasukan roh jahat. Ia telah meminta pertolongan dari para murid-Nya, namun mereka tidak mampu melakukannya. Dalam peristiwa ini walaupun penderitaan akibat serangan roh jahat itu cukup parah dialami anak itu, akan tetapi yang jauh lebih parah adalah keberadaan generasi bangsa Yahudi yang sedang dirasuki oleh “roh ketidak-percayaan” kepada-Nya. Keluhan Tuhan Yesus bukanlah mengenai anak yang sakit itu atau bukan tentang ketidak-mampuan para murid-Nya menyembuhkan anak itu, melainkan tentang angkatan yang tidak percaya (ay.19). karena itu keluhan-Nya adalah ‘berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu?’. Dalam sekejap mata ketidak-percayaan terhadap-Nya terlihat jelas.

Tidak yakin pada kuasa ajaib Yesus yang dapat mengubah segala sesuatu, bukan hanya didominasi oleh mereka yang tidak percaya bahwa Yesus adalah TUHAN dan Juruselamat, tetapi juga oleh orang Kristen. Banyak orang Kristen yang tidak percaya dengan sungguh-sungguh bahwa kuasa Yesus dapat mengatur kehidupan anak-anak-Nya dengan baik dan indah. Misalnya kesembuhan dari penyakit, orang Kristen yang mengadakan pengobatan kepada paranormal, datang kepada peramal untuk melihat/menerawang nasib di masa depan bahkan ada orang Kristen yang juga merasa bahwa masalah-masalah kehidupan ini dapat diselesaikan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Mari kita belajar dan tetap berusaha dengan gigih serta menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya, agar apapun yang sedang kita hadapi, bahkan kemungkinan permasalahan baru yang akan kita dapati di masa mendatang dapat kita terima dengan iman yang teguh, karena kita sungguh sadar pada kekurangan dan keterbatasan yang ada pada manusia.


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *