SENIN, 25 MARET 2019 – Renungan Malam

102 Kali dibaca, Diterbitkan: 25 March 2019        


 

MINGGU IV PRAPASKAH

KJ.258 : 1 – Berdoa

KARUNIA MEMANG BERAGAM, TAPI ASLINYA ROH YANG SAMA

1 Korintus 12:7-11
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama…. (ay.11)

Paulus hendak menegaskan bahwa setiap orang memiliki karunia yang unik. Karunia secara khusus, di mana setiap orang percaya tidak dapat memilih karunia ini atau karunia itu. Karunia yang beragam ini terjalin rapih, sebab bersumber dari sumber yang sama sesuai kehendak-Nya (ay.11). Hal ini penting diketahui jemaat, sehingga tidak menganggap bahwa karunianya yang paling berkualitas dibanding karunia orang lain; atau cemburu, iri hati terhadap karunia orang lain. Atas dasar itulah, Paulus menasihati umat agar menerima perbedaan sebagai anugerah, bukan ancaman.

Seluruh karunia perlu digemakan dalam tindakan yang membawa damai. Kemampuan seseorang memberi yang terbaik, hendaknya tidak ditanggapi dengan kecemburuan karena bibit kebencian merancang kejahatan. Benih kejahatan bersumber dari ketidak-mampuan diri dan kesombongan. Kebenaran firman ini mengajar kita untuk senantiasa memahami dengan benar bahwa karunia yang Tuhan beri itu berbeda satu dengan lainnya. Karunia yang bersumber dari Allah memberi kepastian bahwa hidup sungguh bermartabat dan bernilai. Jadi jangan ada ruang untuk saling mendengki dan merendahkan karunia orang lain. Sebaiknya bersyukulah atas karunia yang dianugerahkan-Nya. Firman Tuhan mengajar kita untuk menghormati sumber dari karunia yang kita miliki, sehingga selalu ada kerinduan untuk menunjukkan rasa syukur melalui karya setiap hari.

Karunia tiap orang berbeda, tetapi perlu dihayati bahwa sumber karunia itu cuma satu : Roh Kudus. Kebenaran inilah yang memungkinkan setiap orang percaya tidak terjebak pada pola pikir untung-rugi yang akan mempersempit ruang gerak dari karunia, bahkan membelenggunya dengan kejahatan. Ini menjadi penyebab pertikaian dan perpecahan dalam persekutuan. Kita tidak boleh menyerah menyatakan karunia yang kita miliki sambil meyakini bahwa kehidupan kita menjadi berarti ketika kita memberi arti pada orang lain dan terbebas dari prasangka,dari gaya hidup untung-rugi.

PKJ.258 : 2
Doa : (Tuhan, ajarlah kami untuk selalu bersyukur atas karunia dari-Mu)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *