AGENDA KEGIATAN
HUBUNGI KAMI
KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 65
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup
Telp.:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telp. Kantor Majelis Jemaat)
JADWAL IBADAH RUTIN
- Ibadah Minggu : 06:00, 09:00, 18 :00
- IHMPA – Sekolah Minggu Anak : 09:00
- IHMPT – Sekolah Minggu Remaja : 09:00
- Gerakan Pemuda (GP) : Sabtu, 17:00
- Persekutuan Kaum Bapak (PKB) : Selasa, 2x sebulan, 19:00
- Persekutuan Kaum Perempuan (PKP) : Selasa, 2x sebulan, 18:00
- Persekutuan Kaum Lanjut Usia (PKLU) : Kamis, 2x sebulan, 16:00
KALENDER GEREJA

PENTAKOSTA
(Yun. Pentakosta berarti ‘yang ke-50’), yakni hari ke-50 sesudah Hari Paskah. Hari ke-50 sesuai Ulangan 16:9-12 adalah suatu pesta besar, yakni pesta panen raya dan pesta kemerdekaan. Tidak kebetulan bahwa pada Hari ke-50 Yerusalem penuh orang. Pada Hari Pentakosta, Roh Kudus yang dijanjikan oleh Yesus Kristus ketika la naik takhta di surga, turun ke atas para murid. Artinya, mereka semua dibaptis dalam Roh Kudus, sehingga mereka mendapat kekuatan dan keberanian untuk bersaksi (Kis 2:14, 22-24, 32-33, 36).
Dengan demikian, Roh Kudus adalah panen pertama bagi orang percaya sesudah Yesus Kristus bangkit dan naik takhta di surga. Dan juga orang-orang yang menjadi percaya oleh pemberitaan para rasul dengan Kuasa Roh Kudus (Kis. 2:37-42) adalah juga panen pertama. Makanya Hari Pentakosta diperingati juga sebagai hari kelahiran Gereja, di mana melalui kuasa Roh Kudus, Gereja dilengkapi untuk melaksanakan tugas pengutusannya kepada bangsa-bangsa.
Simbol Hari Pentakosta adalah lidah-lidah api (pinggirnya kuning) dan burung merpati (warna perak) dengan wama dasar merah; warna keberanian untuk memberi kesaksian (martyria).
Arti:
Lidah-lidah api dan burung Merpati yang menukik menunjuk pada peristiwa pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah Rasul 2:2-3). Tujuh lidah api merupakan simbol ke tujuh suluh api, yaitu ketujuh roh Allah (Why. 4:5) membentuk lingkaran yang menghadirkan kekekalan, keabadian.
