Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

RABU, 1 AGUSTUS 2018 – Renungan Malam

 

RABU, 1 AGUSTUS 2018
Renungan Malam

KJ 408:1 – Berdoa

MENGOSONGKAN DIRI ADALAH JALAN BAGI PEKERJAAN ALLAH

Kejadian 21:14-21
“Sedang ia duduk, di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.” (ay.18b}

Menangis adalah salah satu cara manusia mengungkapkan perasaannya. Salah satu di antaranya adalah perasaan putus asa.
Selain itu, perasaan sukacita. Ketika manusia sudah tiba pada
tahap tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk mengatasi persoalannya, maka ia menangis. Tidak hanya perempuan,
|aki-laki pun menangis. Itu juga sangat manusiawi. Ketika me-
nangis, perasaan yang dirasakannya bisa disalurkan keluar dari
dalam dirinya. Tidak seluruhnya, tetapi paling tidak sebagian besar.

Sesudah tangisan, ada kepasrahan dan penyerahan diri. Hagar menangis dengan suara nyaring. Itu ekspresi terbesar yang bisa ditunjukkan dalam kesendiriannya. Sudah disuruh pergi, masih membawa beban lagi, anaknya yang dikasihinya. Dia tahu bahwa dalam kesendiriannya itu, hanya soal waktu saja bahwa anaknya akan meninggal Karena kehausan. Ia lari dan menyalurkan keputusasaannya dengan menangis, karena sadar tak ada orang yang bisa menolongnya. Setelah dia memasuki tahap kepasrahan itu, barulah Allah hadir.

Seringkali persoalan manusia lebih diciptakan oleh manusia itu sendiri. Ketika ia merasa bahwa ia masih bisa mengatasi sendiri masalahnya, ia tidak memberi kesempatan bagi Tuhan untuk bekerja baginya. Persoalan itu digumuli sendiri. Kalaupun berdoa kepada Tuhan, ia berdoa dengan keyakinan bahwa dirinya masih bisa mengatasi persoalannya. Semakin lama dia bergumul, semakin dalam dia terjerumus dalam persoalannya dan persoalannya tidaklah berakhir. Hanya ketika ia mengambil posisi seperti Hagar, yaitu menangis dan berhenti berpikir untuk memecahkan persoalannya sendiri, barulah Tuhan hadir. Ketika Tuhan hadir, selesai[ah persoalan Hagar. Berhenti menyelesaikan sendiri persoalan
diri lalu berserah kepada Tuhan adalah cara manusia memberi
jalan kepada Tuhan. Tuhan tidak bisa bekerja kalau manusia tidak
membuka jalan itu.

KJ.40B : 2
Dc:a : (Ampuni kami Tuhan kalau kami terlalu bersandar pada kemampuan diri sendiri dan tidak memberi kesempatan bagi Tuhan bekerja dalam kehidupan kami)


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU PRAPASKAH

PRAPASKAH / SENGSARA
Masa ini dirayakan 7 minggu berturut-turut sebelum Paskah *). Prapaskah merupakan masa penyadaran diri dan pertobatan.
Manusia berdosa menerima anugerah keselamatan melalui kematian dan pengorbanan KRISTUS di salib dan diundang untuk
menerima kehidupan yang baru.
Warna dasar : Ungu Tua
Lambang/Logo : Ikan (ICHTUS)
Warna pinggir ikan dan huruf : Kuning
Tulisan : YESUS KRISTUS ANAK ALLAH JURUSELAMAT
Arti :
Tanda ini merupakan suatu sandi rahasia di kalangan orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan; sehingga untuk
menandai diri mereka sebagai orang-orang yang percaya kepada YESUS dipergunakan lambang ikan ini, yang dalam bahas Yunani
“IXOUS’ (Ichtus) yang berarti ikan, tetapi secara hurufiah merupakan suatu singkatan dari YESUS KRISTUS, ANAK ALLAH,
Juruselamat.