Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat – Bukit Benuas

ALAMAT
Jalan Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 - RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115
No.Rek BNI a.n GPIB Bukit Benuas : 014 125 9941

Ibadah minggu I : 06:00 , Ibadah minggu II : 09:00 , Ibadah minggu III : 18:00Phone: +62 8510 0028 896/(0542) 8870020 Faks: (0542) 88700 Ext.100 Email: sekretariat_benuas@yahoo.com

Selasa, 13 Februari 2018 – Renungan Pagi

 

Minggu VI Sesudah Epifania

Selasa, 13 Februari 2018
Renungan Pagi

PENDIDIKAN DAN KEMAJUAN BANGSA

Mazmur 78:1-4
“Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku” (ayat 1)

Dalam dunia Perguruan Tinggi ada tiga pilar dasar pola pikir yang wajib dimiliki oleh mahasiswa sebagai kaum intelektual (cerdas, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan). Tiga pilar dasar itu disebut Tri Dharma perguruan tinggi yang terdiri dari 1. Pendidikan dan pengajaran; 2. Penelitian dan Pengembangan; 3. Pengabdian pada masyarakat. Lewat pendidikan dan pengajaran, mahasiswa dilengkapi untuk memiliki dasar berpikir yang benar dalam memutuskan berbagai hal di dunia kampus maupun setelah lulus. Kualitas pendidikan sangat menentukan kemajuan suatu bangsa.

Peran pendidikan bagi kemajuan suatu bangsa juga menjadi perhatian bangsa Israel. Bacaan kita tentang nyanyian Azaf mengajak generasi muda bangsa untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya. Peralihan kata ganti orang pertama tunggal ke jamak (aku ke kamu) pada ayat ke-2 dan ke-3 menunjukkan tanggung jawab pribadi sekaligus tanggung jawab bersama dalam mendidik dan mengajar generasi penerus.

Menurut pemazmur, proses belajar akan terlaksana ketika ada kesungguhan upaya, baik dari pihak pengajar maupun yang diajar. “Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala”. Kata seruan pasanglah dan sendengkanlah merupakan ajakan kepada orang yang dididik untuk memperhatikan ajaran yang mau disampaikan. Kata-kata kerja membuka, mengatakan, mengucapkan yang diawali dengan kata mau menunjuk pada upaya sang pendidik untuk memberikan pengajaran. Selama ini, sudahkah kita bersungguh-sungguh untuk mengajar dan diajar?

Teka-teki (hal yang sulit dipecahkan yang memerlukan kecerdikan untuk memahaminya) dan amsal (kumpulan ucapan ringkas yang mendidik) adalah metode pemazmur dalam menyampaikan pendidikan dan pengajarannya. Metode seperti apakah yang kita gunakan untuk mengajar anak-anak kita, agar mereka menjadi generasi bangsa yang berkualitas?


Source: Sabda Bina Umat

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA KEGIATAN

HUBUNGI KAMI

KANTOR MAJELIS JEMAAT
Jalan Kol. Syarifudin Yoes
Gang Duatan Baru Sakai No. 83 – RT 45
Kec. Balikpapan Selatan, Kel. Sepinggan Baru
Kode Pos 76115

Jam Kerja:
Selasa-Sabtu pukul 08:00-17:00 wita.
Senin dan HARI LIBUR NASIONAL – kantor tutup

Telepone:
085100028896 (HP Kantor Majelis Jemaat)
(0542) 8870020 (Telepone Kantor Majelis Jemaat)

JADWAL IBADAH RUTIN

KALENDER GEREJA

MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Minggu Pentakosta ini dirayakan selama 26 minggu. Masa ini disebut masa Gereja berjuang.Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu hari Minggu. Di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan TUHAN di dalam perjuangan hidup Gereja. ALLAH selalu beserta dengan GerejaNYA (ALLAH beserta kita) itulah perayaan yang besar dan penuh puji-pujian dan syukur.

Baca selengkapnya