Jumat 16 Oktober 2020 – Renungan Malam

5 Kali dibaca, Diterbitkan: 16 October 2020        


MINGGU XIX SES.PENTAKOSTA

KJ. 388 : 1,2 – Berdoa

Hosea 14 : 5-8

Pemulihan Setelah Pertobatan

Setelah umat Israel bertobat (menjauhkan diri dari penyembahan Baal dan berbalik kepada Tuhan), maka Dia akan memulihkan serta mengasihi mereka, sebab murka-Nya telah surut (ay.5). Tuhan akan seperti embun bagi Israel, sehingga mereka berbunga, tumbuh subur, laksana bunga bakung dan pohon zaitun di Libanon (ay.6-7). Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Nya dan tumbuh seperti gandum. Mereka akan berkembang seperti pohon anggur yang termasyur di Libanon (ay 8).

Ketika umat bertobat, maka ada dua hal yang terjadi. Pertama, perubahan dalam diri orang-orang yang bertobat itu, dan kedua, perubahan dalam diri Tuhan. Orang yang bertobat mengalami perubahan paradigma (sudut-pandang atau keyakinan dan pikiran). Dalam hal pertobatan Israel, ada pengakuan bahwa tadinya mereka yakin Asyur mampu menyelamatkan dan Baal dapat menyuburkan tanah. Mereka yakin akan terlindung dan makmur. Nyatanya hal itu tidak benar. Hanya Tuhan yang setia dan yang mengasihi, yang sungguh-sungguh mampu melindungi dan memberkati mereka, bukan Asyur ataupun dewa Baal. Sedangkan perubahan dalam diri Tuhan adalah dalam sikap dan tindakan. Sebelum pertobatan, Tuhan merencanakan hukuman. Sesudah pertobatan, Dia membatalkan rencana hukuman-Nya. Perubahan rencana Tuhan setelah pertobatan yang paling terkenal di dalam Alkitab ialah kasus nabi Yunus (bacalah seluruh kitab Yunus).

Ada ungkapan terkenal, yaitu “to make mistakes is human” (berbuat salah itu manusiawi). Artinya manusia itu tidak sempurna, ia dapat berbuat dosa. Karena itu, kita bisa saja bersalah, lalu dihukum dan menderita. Banyak warga jemaat yang menderita di dunia ini. Jangan putus asa, tetaplah berharap! Jika kita bertobat, maka Tuhan akan mengubah hal buruk jadi kebaikan.

KJ.289 : 3, 4
Doa : (Tuhan Yesus, tolong kami untuk menyadari keberdosaan diri sendiri dan bersedia bertobat dengan sukarela serta rendah hati)

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *