RABU, 31 OKTOBER 2018 – Renungan Malam

12 Kali dibaca, Diterbitkan: 31 October 2018        


 

KJ.235 : 1,2 – Berdoa

MENANGGUNG DALAM KASIH TUHAN

Filemon 1:17-22
“Dan kalau dia sudah merugikan engkau, ataupun berhutang padamu, tanggungkanlah semuanya itu kepadaku” (ay.18)

Pernah terjadi, seorang janda muda pinjam uang untuk bayar hutang, tak ada yang bersedia membantunya. Ketika ia mengumumkan bahwa yang mau membeli rumahnya, bersedia menjadi isterinya…, maka puluhan orang kaya dan hidung belang mengajukan kesediaannya. Peristiwa itu mengungkapkan tentang sulit ditemukan orang yang mau membantu sesamanya dengan menanggung kesulitannya; atau menyelesaikan perbuatannya yang merugikan orang lain. Umumnya orang hanya mau melakukannya dengan pamrih yang menguntungkan dirinya, seperti contoh di atas.

Berbeda moral orang kaya masa kini dengan moral kasih Paulus. Dalam kekurangannya, Paulus bersedia menjadi penanggung perbuatan Onesimus, budak milik Filemon yang merugikan tuannya. Ia melarikan diri setelah mencuri uang tuannya. Anehnya, Onesimus datang kepada Paulus untuk menemani dan melayani dia selama dipenjara.

Rupanya di situ Onesimus bertobat dan Paulus menyuruh dia kembali kepada tuannya. Dengan surat yang dibawa Onesimus, Paulus meminta Filemon agar menerima dia kembali sebagai saudara (orang merdeka) dan menanggungkan segala kerugian yang diderita Filemon menjadi tanggungan Paulus. Paulus rela berkorban, dengan kasih demi memenangkan satu jiwa berdosa bertobat bagi Yesus. Onesimus kemudian menjadi orang merdeka dan sangat berguna bagi pemberitaan Kerajaan Sorga.

Bisakah di zaman ini kita menjadi penanggung bagi sesama yang berdosa untuk menyelamatkan dia bagi Yesus Kristus? Sikap kasih Paulus dengan segala keterbatasannya yang mau berkorban dan menanggung untuk menyelamatkan jiwa orang berdosa bagi Kristus, kiranya menjadi panutan dan membangun iman kita dalam pelayanan yang berkenan bagi Tuhan.

KJ.235:3,4
Doa : (Kumohon Roh Kudus menuntun hidupku dalam kasih Tuhan)


Source: Sabda Bina Umat

Categories: Sabda Bina Umat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *